Karena Hutang, Orang Tua Paksa Anaknya Menikah
- 17 Jul 2023 15:04 WIB
- Ampana
KBRN, Ampana : Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Tojo Una-Una (Touna) sangat mengapresiasi kinerja Polres Touna karena respon cepat terkait orang tua kandung yang memaksa anaknya untuk menikahkan anak dibawah umur, di sebabkan hutang piutang.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Posbakumadin Touna, Andi Nasrun, SH saat di jumpai di ruangan Kantor Posbakumadin Touna, Minggu (16/07/23).
Menurut Bro Erik sapaan akrabnya, respon cepat Polres Touna perihal tersebut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, karena perkara ini adalah perkara anak dan bersifat khusus, tentunya penindakannya berlaku secara khusus juga.
“Apalagi Kabupaten Touna dalam beberapa tahun ini cukup memperhatikan kejahatan terhadap perempuan dan anak. Jadi ini bukan hanya merupakan tanggung jawab APH tapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutur Bro Erik.
Tentunya, kedepannya, kata dia, hal seperti ini kita tidak hanya terfokus pada penindakan semata, akan tetapi mari kita sama-sama lebih pada upaya pencegahan.
“Jadi perlu kerja sama semua aspek dalam mewujudkan ini, sudah cukup kekerasan terhadap anak dan perempuan dengan hal memilukan terhadap anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, memaksa menikahkan anak di bawah umur dengan alasan apapun dapat dikenakan hukuman pidana. Hal ini sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
“Merujuk pada Pasal 10 undang-undang ini, berbagai bentuk pemaksaan perkawinan, termasuk di antaranya perkawinan anak, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200 juta,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....