Kades Tojo Soroti Tajuk Festival Baku Lupi Touna Nyaris Kehilangan Makna
- 01 Okt 2026 06:02 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Kepala Desa Tojo Suaib Alige ditemui Rabu 30 September 2026, menyoroti penamaan festival budaya Baku Lupi tahun 2026. Ajang tahunan ini menjadi wadah pelestarian tradisi leluhur Bare’e Taa dan penguatan identitas masyarakat adat di Bumi Sivia Patuju Tojo Una Una.
Festival Baku Lupi tahun 2026 menjadi sarana bagi pemerintah dan masyarakat Tojo Una Una untuk menunjukkan keragaman adat serta kearifan budaya lokal yang di wariskan leluhur secara turun temurun untuk masyarakat adat Taa dan Bare’e.
Namun dalam hal pelaksanaan pelestariannya menurut Kades Tojo Suaib perlu dirundingkan bersama dengan para tokoh adat dan para sejarawan budaya lokal dari komonitas Taa dan Bare’e agar penamaan sebuah kegiatan yang bertajuk pelestarian budaya tidak melenceng dari ka’idah yang sebenarnya.
“Apapun kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah Tojo Una Una kami sangat mendukung, apalagi itu yang berkaitan dengan pelestarian adat serta kearifan seni budaya lokal kita Bare’e Taa. Cuma persoalannya pemberian judul Baku Lupi itu, yang bagi kami kurang pas, kan lebih bagus kalau sintufu molupi, sivia kita molupi,” ujar Suaib Alige.
Sebagai bagaian dari tokoh atau pemangku adat di wilayah kecamatan Tojo Kades Tojo juga mengharapkan pelesetarian kesenian seperti tari tarian, sebaiknya lebih mengembangkan dan melestarikan tarian lokal Tojo Una Una. Hal ini penting dikarenakan Kabupaten Tojo Una Una dikenal sebagai salah daerah hadat karena memiliki kerjaan.
Kepala Desa Tojo Suaib Alige mengaku Ia dan pemangku adat serta para pelaku sejarah budaya lokal juga memahami tujuan utama pelestarian adat dan kearifan lokal adalah untuk menjaga kelestarian warisan dari leluhur agar tidak punah dan tergerus oleh perkembangan zaman, serta memperkokoh jatih diri dan identitas bangsa.
Menyikapi pernyataan tersebut Kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan Tojo Una Una Aspan P. Taurenta di temui Rabu 30 September 2026, mengatakan akan merumuskan kembali penamaan yang tepat pada festival budaya tersebut.
"Insya Allah tahun depan festival ini sebelum digelar kami akan rapatkan kembali dengan para tokoh adat dan para sejarawan budaya lokal dari komonitas Bare'e dan Taa, sehingga pemberian nama festival tidak di pertentangkan," ujar Aspan.
Kendati demikian ungkap Aspan P. Taurenta, dirinya mengapresiasi kritik dan saran dari para tokoh adat dan sejarawan budaya lokal Tojo Una Una sebagai bentuk perbaikan terhadap upaya pelestarian kearifan lokal
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....