Warga Binaan Lapas Luwuk Produksi Kerupuk untuk Bekal Kemandirian

  • 28 Sep 2026 23:40 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Banggai - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif yang memiliki nilai keterampilan dan ekonomi.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni mengolah nasi atau beras menjadi kerupuk. Kegiatan tersebut melibatkan lima warga binaan dari blok wanita dengan pendampingan petugas Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Luwuk, Senin 28 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan. Selain keterampilan produksi, mereka juga belajar menjaga kebersihan, ketelitian, hingga proses pengemasan produk.

Dalam prosesnya, nasi atau beras diolah menjadi adonan kerupuk. Adonan kemudian dibentuk dan dikeringkan hingga siap diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Salah seorang warga binaan, Irawati, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Awalnya kami tidak menyangka nasi atau beras bisa diolah menjadi kerupuk yang memiliki nilai jual. Di sini kami belajar dari proses membuat sampai mengolahnya menjadi produk. Semoga keterampilan ini nantinya bisa kami manfaatkan setelah bebas dan menjadi modal untuk membuka usaha,” ujar Irawati.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Luwuk Heru Cahyono mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan agar warga binaan memperoleh keterampilan sekaligus pengalaman kerja yang produktif.

“Kami berupaya agar kegiatan pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan nasi atau beras menjadi kerupuk merupakan salah satu inovasi sederhana yang dapat dikembangkan dan diharapkan menjadi bekal bagi Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat,” jelas Heru.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah Herman Mulawarman mengapresiasi pembinaan kemandirian yang dilakukan Lapas Luwuk.

“Pembinaan kemandirian harus mampu memberikan keterampilan yang nyata dan bermanfaat bagi Warga Binaan. Kegiatan seperti pengolahan bahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi merupakan bagian dari proses mempersiapkan mereka agar memiliki bekal keterampilan dan kemandirian ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Herman.

Lapas Luwuk berkomitmen melanjutkan pembinaan kemandirian melalui berbagai kegiatan produktif. Program tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan mengembangkan keterampilan dan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....