Karhutla Terjadi di Pegunungan Tinjoli, 5 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
- 29 Sep 2026 09:47 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Poso – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, tepatnya di Pegunungan Tinjoli, Dusun Yumbu, Desa Matialemba, Senin 28 September 2026 sekitar pukul 10.00 WITA.
Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Pamona Timur IPTU Risman A.M., S.H., langsung memimpin delapan personel untuk bergerak ke lokasi. Petugas bersama tim gabungan dari Manggala Agni, PT SJA2, serta puluhan warga masyarakat melakukan upaya pemadaman terhadap kobaran api.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran menghanguskan area hutan dan lahan perkebunan baru seluas kurang lebih lima hektare. Titik koordinat lokasi kebakaran berada pada Latitude -1.918064° dan Longitude 120.867300°.
Proses pemadamannya berlangsung hingga sore hari. Para petugas dalam proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya akses jalan menuju lokasi yang sulit, keterbatasan sumber air, serta kondisi angin kencang yang membuat api cepat menyebar.
Kobaran api bahkan merembet ke area perkebunan durian milik warga. Kondisi vegetasi berupa kayu dan rumput yang kering akibat musim kemarau turut mempercepat penyebaran api di kawasan tersebut.
Hingga pukul 16.00 WITA, api di area pinggiran jalan dan bagian luar kebun berhasil dipadamkan. Sementara itu, kobaran api di bagian dalam hutan masih dalam proses pengendalian dan pendinginan oleh tim gabungan.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kerugian materiil juga belum ditemukan secara signifikan, selain kerusakan terhadap vegetasi dan lahan yang terbakar.
Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat aktivitas pembakaran lahan oleh warga setempat. Kondisi tersebut diperparah oleh musim kemarau panjang yang telah berlangsung sekitar tiga bulan tanpa hujan, sehingga vegetasi di sekitar lokasi menjadi sangat mudah terbakar.
Kapolsek Pamona Timur IPTU Risman A.M., S.H., mengatakan bahwa faktor cuaca dan kelalaian manusia menjadi salah satu penyebab api cepat meluas. Menurutnya, kondisi angin kencang serta material kayu dan rumput yang kering membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.
“Kami beserta Manggala Agni, tim dari PT SJA2, dan warga telah berjuang keras memadamkan api sejak pagi tadi. Namun, kondisi angin kencang dan material kayu serta rumput yang sangat kering akibat kemarau panjang membuat api menjalar dengan cepat, bahkan merembet ke kebun durian,” ujar IPTU Risman.
Ia menambahkan, kondisi medan pegunungan yang sulit serta jarak sumber air yang cukup jauh menjadi hambatan teknis bagi petugas dalam melakukan pemadaman. Saat ini, tim masih melakukan pendinginan pada area yang telah berhasil dipadamkan serta memantau titik-titik api di bagian dalam hutan.
“Fokus kami adalah melakukan pendinginan pada area yang sudah padam dan memantau titik-titik api di area dalam hutan agar tidak meluas lagi,” tambahnya.
Lebih lanjut, IPTU Risman menyoroti pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap larangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang panjang.
“Berdasarkan identifikasi awal, dugaan penyebab kebakaran ini bermula dari aktivitas pembakaran lahan oleh pemilik lokasi. Kami sangat menyayangkan hal ini karena meskipun kami telah gencar melakukan sosialisasi dan pemasangan imbauan, masih ada warga yang nekat membakar lahan,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa kondisi kemarau selama tiga bulan terakhir membuat lingkungan sekitar sangat mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Menutup pernyataannya, IPTU Risman mengimbau seluruh masyarakat Kecamatan Pamona Timur untuk menghentikan praktik pembakaran lahan dan hutan. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan tidak ada sumber api yang tertinggal setelah melakukan aktivitas di kebun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....