Warga Binaan Lapas Luwuk Semangat Ikuti Program Belajar Calistung
- 22 Sep 2026 15:09 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Banggai - Semangat untuk menimba ilmu tak pernah surut meski berada di dalam keterbatasan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berkomitmen membina para Warga Binaan melalui pelaksanaan program belajar Baca, Tulis, dan Hitung (Calistung), Selasa 22 September 2026.
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan akademik peserta didik di dalam Lapas.
Sebanyak 25 orang warga binaan yang terdiri dari 23 laki-laki dan 2 perempuan antusias mengikuti jalannya pembelajaran. Para peserta yang telah terdaftar sebagai peserta Program Pendidikan Kesetaraan ini mendapatkan bimbingan materi yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masing-masing.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Warga Binaan dalam memperoleh pendidikan yang layak.
"Program Calistung ini bukan sekadar mengisi waktu, melainkan sarana peningkatan kualitas diri dan pembentukan karakter Warga Binaan. Melalui peningkatan kemampuan dasar ini, kami ingin memastikan mereka memiliki modal dan bekal yang cukup, baik untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun untuk kembali dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana," tutur Bahrun.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Luwuk, Yusniati N. Sabata, S.S., M.Hum., sebagai pemateri, dengan pendampingan langsung dari petugas Lapas Kelas IIB Luwuk.
Yusniati menyampaikan apresiasinya atas semangat para peserta yang dinilainya sangat tinggi dalam menyerap materi.
"Pendidikan adalah hak setiap orang tanpa memandang di mana mereka berada. Saya sangat terharu dan bangga melihat kesungguhan serta antusiasme para Warga Binaan saat mengikuti proses pembelajaran ini. Kami berharap materi dasar membaca, menulis, dan berhitung yang diberikan dapat menjadi pijakan kuat bagi mereka untuk terus belajar," ungkap Yusniati.
Sementara itu, Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi BinapiGiatja), Rudi Santoso, menjelaskan pentingnya koordinasi dan keberlanjutan program pembinaan akademik di dalam Lapas.
"Kegiatan ini dirancang terstruktur agar sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta. Kami di jajaran Seksi BinapiGiatja berupaya maksimal mendampingi para Warga Binaan agar mereka dapat mengikuti setiap proses pembelajaran dengan baik, fokus, serta mendapatkan hak pendidikannya secara utuh selama menjalani masa pidana," jelas Rudi.
Melalui program bimbingan belajar ini, Lapas Kelas IIB Luwuk berharap dapat terus melahirkan program pembinaan kepribadian yang berdampak nyata, membuka jalan terang dan harapan baru bagi para Warga Binaan setelah menghirup udara bebas nantinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....