Karhutla Hanguskan Sepuluh Hektare Lahan Perkebunan di Padang Tumbuo

  • 21 Sep 2026 09:12 WIB
  •  Ampana
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan perkebunan warga RT 10, Desa Padang Tumbuo, Kabupaten Tojo Una-Una pada Sabtu, 19 September 2026 sekitar pukul 10.00 WITA.
  • Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare di area perkebunan milik warga.
  • Kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik lahan Sutriana Mbatono saat sedang mengecek kebun cengkeh yang sudah lama tidak diperiksa.

RRI.CO.ID, Ampana - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan perkebunan warga RT 10, Desa Padang Tumbuo, Kabupaten Tojo Una-Una. Kejadian itu terjadi pada Sabtu, 19 September 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, dan diperkirakan menghanguskan lahan seluas sekitar 10 hektare.

Kapolsek Ampana Kota Polres Tojo Una-Una, AKP Rochmat Ari Purwanto, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui pemilik lahan, Sutriana Mbatono. Itu terjadi saat ia mengecek kebun cengkeh yang sudah lama tidak diperiksa.

Setibanya di lokasi, pemilik lahan mendapati api mulai menjalar dari arah atas batas kebun. Upaya pemadaman secara manual bersama warga sempat dilakukan, namun api semakin sulit dikendalikan akibat cuaca panas serta kondisi semak belukar dan bambu yang kering.

“Pemilik lahan bersama warga sudah berusaha memadamkan api secara manual, namun api semakin besar sehingga meminta bantuan kepada pihak kepolisian,” kata Kapolsek.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Piket Polsek Ampana Kota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman. Ini dilakukan bersama Piket Sabhara Polres Tojo Una-Una, personel Koramil Ampana, dan Damkar Kabupaten Tojo Una-Una

Kapolsek mengungkapkan, berdasarkan keterangan warga, titik api di kawasan tersebut diduga telah muncul sejak sekitar dua minggu sebelumnya. Api kemudian merembet mengikuti arah angin dan membakar semak belukar yang dalam kondisi kering.

Warga juga menduga kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar tanpa pengawasan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman untuk memastikan sumber dan penyebab kebakaran.

Sekitar pukul 14.00 WITA, api mulai berhasil dipadamkan, namun sejumlah titik masih mengeluarkan asap. Kondisi medan yang sulit membuat kendaraan pemadam tidak dapat mendekati seluruh titik api, sehingga proses pemadaman di sejumlah lokasi dilakukan secara manual.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Lahan tersebut merupakan milik Sutriana Mbatono dan berada di kawasan perkebunan warga.

“Masyarakat bersama pemilik kebun tetap melakukan pemantauan, serta pemadaman untuk mencegah api merembet ke lahan yang terdapat tanaman cengkeh,” ujar Rochmat.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materiel. Kepolisian bersama unsur terkait dan masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....