Lapas Luwuk Tumbuhkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian

  • 17 Sep 2026 23:55 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Banggai - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus menggalakkan program ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan Warga Binaan program asimilasi. Pada Kamis 17 September 2026, Warga Binaan bersama petugas melaksanakan kegiatan pertanian di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Luwuk. Kegiatan difokuskan pada penanaman tanaman dalundung serta perawatan tanaman jagung yang telah dikembangkan sebelumnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan bahwa program ketahanan pangan terus dikembangkan dengan memanfaatkan lahan SAE secara produktif.

“Kami ingin kegiatan ini terus berkelanjutan, bukan hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan keterampilan dan pengalaman kerja bagi Warga Binaan,” ujar Bahrun.

Dengan pengawalan ketat dari petugas, Warga Binaan melakukan penanaman, pembersihan lahan, penggemburan tanah, serta perawatan tanaman secara rutin. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada Warga Binaan dalam bidang pertanian.

Petugas pengawas lahan SAE, Putu Indra, menambahkan bahwa pendampingan secara langsung dilakukan untuk memastikan proses pengelolaan lahan berjalan optimal dan aman.

“Setiap harinya kami mendampingi dan mengarahkan Warga Binaan, mulai dari penyiapan lahan hingga perawatan tanaman. Kami memastikan proses ini berjalan dengan kedisiplinan tinggi, sehingga Warga Binaan tidak hanya bekerja, tetapi benar-benar menyerap teknik pertanian yang baik dan benar,” ungkap Indra.

Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, berinisial K, mengaku bersyukur dapat berpartisipasi langsung dalam pengelolaan lahan SAE ini.

“Melalui kegiatan ini kami belajar menanam dan merawat tanaman dengan baik. Kami juga belajar disiplin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. Semoga keterampilan ini bisa menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar K.

Hasil pertanian yang diperoleh nantinya akan dimanfaatkan dan dipasarkan melalui beberapa saluran, antara lain untuk kebutuhan bahan makanan (BAMA) melalui vendor, dijual di ruang kunjungan, serta disalurkan ke pasar tradisional. Hasil dari kegiatan tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), premi sebagai hak Warga Binaan, serta menunjang kebutuhan operasional kegiatan pembinaan.

Melalui pengembangan pertanian yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Luwuk terus berupaya menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan kemandirian Warga Binaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....