HPI Soroti Peran Ganda Petugas TIC, Kadis Pariwisata Lakukan Evaluasi
- 16 Sep 2026 06:31 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Polemik sektor pariwisata mencuat di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Tojo Una-Una secara tegas meminta agar petugas Tourist Information Center (TIC) yang digaji menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak merangkap profesi sebagai pemandu wisata (tour guide) komersial.
Rangkap jabatan yang kerap terjadi di lapangan, khususnya di wilayah kerja TIC Wakai, dinilai memicu masalah baru dan mengancam sumber penghidupan para pramuwisata lokal yang mengandalkan profesi tersebut.
Secara profesional, pegawai pemerintah yang bertugas di TIC Ampana maupun Wakai memiliki fungsi utama melayani wisatawan. Tugas pokok mereka meliputi memberikan informasi objek wisata lokal, moda transportasi, akomodasi, agenda seni budaya, menyediakan peta serta brosur, hingga menyusun rencana perjalanan (itinerary) sesuai permintaan pelancong tanpa memungut biaya atau bersaing langsung dengan guide berlisensi.
Meski demikian, regulasi internal membuka ruang bagi petugas TIC untuk mengambil pekerjaan sebagai tour guide sekadar di luar jam kerja resmi, dengan catatan aktivitas tersebut tidak mengganggu tanggung jawab utama sebagai abdi negara dan yang bersangkutan mengantongi kompetensi resmi pramuwisata.
Menanggapi gejolak di lapangan, para pemandu wisata lokal mendesak agar petugas TIC kembali fokus menjalankan tugas pelayanan informasi di kantor. Praktik merangkap peran sebagai pemandu lapangan dikhawatirkan berpotensi akan menutup peluang rezeki para pekerja pariwisata independen yang menggantungkan hidup di kawasan Kepulauan Togean.
Menanggapi aduan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Tojo Una-Una, Asrin Soga, di temui Selasa 15 September menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat menangani persoalan yang mendera wilayah kerja TIC Wakai. Ia mengeklaim telah berupaya membuka ruang dialog melalui agenda mediasi.
“Masalah ini sudah ditangani sebelumnya di Wakai, bahkan selama tiga hari di Wakai para pemandu wisata diundang untuk dimediasi, tetapi tidak ada yang datang,” ujar ungkap Asrin.
Kendati demikian, Dinas Pariwisata memastikan akan segera menjadwalkan ulang pertemuan khusus bersama pengurus HPI Touna guna merumuskan solusi terbaik terkait dengan hal ini. Hanya saja, agenda tersebut baru bisa direalisasikan setelah perhelatan akbar festival daerah Baku Lupi 2026 tuntas dilaksanakan.
“Dengan munculnya masalah baru, saya tetap akan memberi perhatian kepada pemandu wisata atau tour guide bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia Tojo Una-Una, mungkin selesai event festival karena masih sibuk. Olehnya kawan-kawan tenang saja,” tutur Asrin.
Dinas Pariwisata mengimbau seluruh pemangku kepentingan pariwisata agar mengedepankan kondusivitas, menjaga citra pariwisata daerah, serta merawat tingkat kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kepulauan Togean.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....