Karhutla Ancam Mapolsek dan Permukiman Warga Desa Meko, Poso

  • 15 Sep 2026 13:17 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Poso - Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla melanda Desa Meko, Kabupaten Poso, Senin malam, 14 September 2026, sekitar pukul 21.00 WITA. Kobaran api terlihat membumbung tinggi dan melalap lahan perkebunan warga di sekitar wilayah tersebut.

Situasi semakin mengkhawatirkan, karena api terus bergerak mendekati area Mapolsek Pamona Barat serta permukiman warga yang cukup padat. Kondisi tersebut membuat masyarakat bersama petugas gabungan berupaya keras mencegah kobaran api semakin meluas.

Kapolsek Pamona Barat, Iptu I Made Suparta, menyebut kondisi di lapangan cukup sulit karena tiupan angin yang kencang membuat api dengan cepat menjalar ke area perkebunan warga. Selain itu, karakteristik lahan gambut yang berada tidak jauh dari Danau Poso juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman.

"Kami juga terus berupaya agar kobaran api tidak mendekati Mapolsek maupun permukiman warga." ujar Made.

Petugas gabungan dari unsur TNI-Polri, pemadam kebakaran atau Damkar serta masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik. Upaya dilakukan dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia untuk melokalisasi kobaran api agar tidak semakin meluas.

Keberadaan lahan gambut menjadi perhatian tersendiri dalam penanganan kebakaran. Api yang muncul di kawasan tersebut berpotensi menjalar dan kembali menyala, sehingga petugas harus melakukan pemantauan secara terus-menerus.

Sementara, masyarakat yang tinggal maupun memiliki perkebunan di sekitar lokasi kebakaran diminta tetap waspada. Warga juga diimbau mengikuti arahan petugas dan segera melaporkan apabila menemukan kobaran api yang mendekati rumah maupun area perkebunan.

Hingga Senin malam, petugas gabungan bersama masyarakat masih terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api. Penanganan diprioritaskan untuk mencegah kobaran mencapai Mapolsek Pamona Barat dan permukiman padat penduduk serta meluas ke kawasan perkebunan warga lainnya. (KL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....