Wabup Touna Pimpin Pengambilan Ira Yeki Rangkain Persiapan Festival Baku Lupi
- 10 Sep 2026 11:17 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Rangkaian persiapan untuk menyongsong gelaran akbar yakni Festival Budaya Tojo Una Una berupa Bakulupi Tahun 2026 kini mulai dilaksanakan pemerintah daerah melalui instansi dan panitia pelaksana.
Salah satu prosesi sakral dan krusial yang mendahului festival ini adalah tradisi pengambilan ira yeki (daun yeki), yang menjadi bahan utama untuk anyaman bungkusan baku lupi yang menjadi simbol kebudayaan khas setempat.
Prosesi pengambilan daun yeki tersebut dilangsungkan di Desa Padang Tumbuo Kecamatan Ampana Kota, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya Lapasiri, Rabu 9 September 2026 sore.
Rombongan pejabat daerah ini bergerak bersama dari kediaman Wakil Bupati menuju lokasi tujuan dengan didampingi oleh salah satu Tokoh Adat Ir. Munawar Mapu M.Si., serta sejumlah elemen dan tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran para pemangku adat dan tokoh masyarakat dalam agenda ini memegang peranan vital guna memastikan seluruh tata cara, nilai sakral, serta makna filosofis budaya lokal tetap terjaga sesuai dengan warisan leluhur.
Lebih dari sekadar memburu bahan baku untuk kebutuhan festival, prosesi penarikan daun yeki ini menjadi momentum strategis untuk membakar kembali semangat pelestarian budaya lokal serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara langsung.
Usai mengisi dialog dalam rangka HUR RRI ke-81 Tahun, di Studio SP. Ampana 10 September 2026, Munawar Mapu menjelaskan Ira Yeki atau daun yeki, adalah kebutuhan penting untuk digunakan sebagai pembungkus baku lupi.
“Agenda pengambilan ira yeki kemarin itu di pimpin Ibu Wabup, ira yeki ini salah satu komponen untuk digunakan sebagai pembungkus nasi atau baku lupi, ini yang diajarkan oleh orang orang tua kami sejak turun temurun,” tutur Munawar Mapu.
Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berharap sinergi erat antara unsur pimpinan daerah, pemangku adat, dan warga Desa Padang Tumbuo mampu menjadikan Festival Budaya Bakulupi 2026 sebagai ruang perkenalan, pelestarian, dan pewarisan identitas budaya kepada generasi muda.
Dengan mengusung spirit “Merawat Tradisi, Menguatkan Budaya, Menggerakkan Masyarakat”, festival tahun ini diyakini tidak hanya memperkuat akar identitas daerah, tetapi juga mampu menggerakkan roda sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tojo Una-Una.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....