Ketersediaan Bahan Baku Jadi Fokus Penguatan IG Bawang Goreng Palu

  • 02 Sep 2026 17:29 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Palu - Ketersediaan bahan baku menjadi fokus penguatan Indikasi Geografis Bawang Goreng Palu. Penguatan diarahkan pada kualitas bibit dan keberlanjutan produksi. Hal tersebut dibahas dalam koordinasi Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu serta MPIG Bawang Goreng, Selasa 1 September 2026.

Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, mengatakan perlindungan Indikasi Geografis harus diikuti penguatan sektor produksi.

“Perhatian kita tidak hanya pada produk akhir, tetapi juga memastikan bahan bakunya tersedia, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Rakhmat.

Salah satu rencana yang dibahas adalah pengembangan lahan abadi komoditas bawang seluas sekitar lima hektare pada 2027. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan bahan baku bagi pelaku usaha Bawang Goreng Palu.

Selain sektor hulu, Kanwil Kemenkum Sulteng mendorong pengembangan IG Tourism melalui sentra produksi sebagai sarana edukasi dan agrowisata. Konsep ini diharapkan menghubungkan sektor pertanian, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Penggunaan Logo IG Nasional pada produk juga menjadi perhatian untuk memperkuat identitas Bawang Goreng Palu. Kanwil Kemenkum Sulteng akan mendorong pembinaan dan penyusunan action plan bersama pemerintah daerah, MPIG, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.

Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Sulteng, Aida Julpha Tangkere, mengatakan penguatan IG membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Pengembangannya perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari bahan baku, kualitas produksi, kelembagaan MPIG, penggunaan tanda IG, hingga promosi dan pariwisata,” ujarnya.

Penguatan tersebut diharapkan membuat Bawang Goreng Palu semakin berdaya saing sekaligus memberikan nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....