Wasit Korban Pemukulan Suporter dan Official Uebone Touna Tempuh Jalur Hukum
- 03 Sep 2026 06:50 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna – Insiden pemukulan wasit terjadi pada laga yang mempertemukan PS. Sansarino Vs Uebone Ampana Tete, Selasa 1 September 2026. Peristiwa pemukulan pengadil lapangan ini terjadi pada Turnamen Sepak Bola Amrin Cup 2026 yang di gelar di desa Padang Uloyo Ampana, Tojo Una Una.
Pertandingan antara PS. Sansarino VS PS. Uebone dari menit awal memang mulai terasa panas, jual beli serangan antara kedua keseblasan mulai menimbulkan tensi tinggi, di tambah teriakan suporter dari kedua belah pihak membuat situasi permainan makin panas.
Sahut sahutan dari para suporter ini membuat kedua kubu yang bertanding sore itu membuat permasalahan semakin runyam, hingga tensi permainan semakin tinggi, sampai membuat para pemain juga tersulut emosi dan konsen untuk menampilkan gaya bertanding yang baik untuk di tonton tidak lagi terjadi.
Akibat dari tensi pemain yang sudah tidak dapat dikendalikan terjadilah keributan di tengah lapangan yang melibatkan antar pemain dan wasit utama yang memimpin jalannya laga tersebut Ruslan.
Disayangkan keributan ini juga mengundang para suporter dari luar lapangan masuk ketengah lapangan lalu melakukan pengeroyokan pada pemain dan wasit lalu terjadi pengoroyokan dan penganiayaan pada Ruslan (Wasit Utama).
Akibat dari tindakan suporter Ruslan yang menjadi pengadil lapangan harus di larikan ke RSUD Ampana untuk mendapatkan perawatan dari tim medis karena sejumlah anggota tubuh mengalami lebam karena penganiayan suporter.
Setelah menerima kuasa pelimpahan penanganan insiden tersebut Ilham S.H., pengacara korban di temui Rabu 2 September 2026, mengaku langsung melaporkan tindakan penganiayaan oleh suporter pada kliennya di Polres Tojo Una Una.
“Saya sudah menerima pelimpahan penanganan kasus insiden pengoroyokan pada klien kami, dan sudah di laporkan ke Polres Tojo Una, kami juga akan melakukan pendampingan kasus ini hingga tuntas,” ujar Ilham.
Menurut pengacara korban dirinya menyayangkan insiden pengoroyokan pada wasit, hal justru mencederai dunia persepakbolaan khususnya sepak bola di Tojo Una Una.
Ketua LBH Touna ini juga menyayangkan sikap dari suporter dan Tim Official yang bertindak semena mena kepada wasit, padahal jika terjadi pelanggaran atau kekeliruan perangkat pertandingan maka official bisa menempuh jalur resmi dengan melaporkan pada Tim Pengawas Pertandingan, bukan justru membuat situasi pertandingan menjadi ribut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....