Lapas Luwuk Panen 25 Kilogram Pakcoy Dukung Ketahanan Pangan
- 28 Agt 2026 15:31 WIB
- Ampana
Poin Utama
- Lapas Kelas IIB Luwuk berhasil memanen 25 kilogram pakcoy segar pada Kamis 27 Agustus 2026 melalui program pertanian Warga Binaan.
- Kegiatan panen raya sayuran hijau ini merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di sektor kemandirian dan ketahanan pangan.
- Program pertanian di lapas menjadi bentuk pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sambil mendukung ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan lahan terbatas.
RRI.CO.ID, Luwuk - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk dalam mendukung program ketahanan pangan kembali membuahkan hasil. Memanfaatkan lahan terbatas, para Warga Binaan berhasil melaksanakan panen raya sayuran hijau berupa 25 kilogram pakcoy segar, Kamis 27 Agustus 2026.
Kegiatan pertanian tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, sekaligus bentuk nyata dukungan Lapas Kelas IIB Luwuk terhadap implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya di sektor kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan keberhasilan panen tersebut membuktikan bahwa keterbatasan lahan dan status sebagai Warga Binaan tidak menjadi penghalang untuk tetap produktif serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Panen pakcoy ini bukan sekadar rutinitas bercocok tanam, melainkan wujud nyata komitmen kami dalam menjalankan instruksi dan Program Aksi Kemenimipas," ucap Bahrun.
Melalui optimalisasi lahan yang ada,pihaknya ingin memastikan Warga Binaan memiliki keahlian aplikatif di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Kemudian, kelak dapat menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke masyarakat.
Proses budidaya pakcoy dikelola secara konsisten di bawah bimbingan dan pengawasan Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja). Mulai dari penyiapan media tanam, pemeliharaan harian, pengontrolan pupuk, hingga proses pemanenan dilakukan langsung oleh Warga Binaan yang telah mendapatkan pembekalan keterampilan agribisnis.
Kepala Subseksi Giatja, Heru Cahyono, menyebut kualitas hasil panen kali ini sangat memuaskan dan memiliki nilai jual yang baik. Ia mengungkapkan, panen kali ini mencapai 25 kilogram dengan kondisi sayuran yang sangat segar dan sehat.
"Pembinaan ini kami rancang agar Warga Binaan memahami teknik pertanian dari hulu hingga hilir,” kata Heru.
Selama proses penanaman hingga panen, Warga Binaan juga mendapatkan pendampingan dari petugas lapangan. Petugas pendamping, Kd Dwipa Sukrawan, mengatakan seluruh tahapan pengolahan hingga pemanenan dipantau secara langsung untuk menjaga kualitas tanaman, sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
“Selain memastikan kualitas pakcoy tetap bagus dan segar, pemantauan ini penting untuk memastikan seluruh kegiatan pembinaan berjalan dengan tertib dan aman,” ujar Kd Dwipa.
Melalui keberlanjutan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, Lapas Kelas IIB Luwuk terus berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif dan humanis. Sekaligus, berkontribusi aktif dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Banggai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....