Empat Pejabat Manajerial Lapas Luwuk Ikuti Penilaian Kompetensi ProASN

  • 26 Agt 2026 19:07 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Banggai - Sebanyak empat pejabat manajerial Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk mengikuti Penilaian Kompetensi melalui program ProASN. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendukung pemetaan potensi dan kompetensi aparatur di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rabu 26 Agustus 2026.

Empat pejabat yang mengikuti asesmen yakni Kepala Subbagian Tata Usaha Irpan Anwar dan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Rudi Santoso. Selanjutnya Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Andi Abdul Muis serta Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib Feldianto.

Penilaian kompetensi tersebut tidak hanya diikuti jajaran Pemasyarakatan, tetapi juga jajaran Imigrasi. Kegiatan menjadi bagian dari akselerasi pemetaan jabatan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pelaksanaan ProASN bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara Palu sebagai instansi pembina manajemen kepegawaian nasional. Program tersebut diarahkan untuk menghasilkan pemetaan kompetensi aparatur secara objektif dan terukur.

Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Luwuk Irpan Anwar mengapresiasi pelaksanaan penilaian kompetensi melalui program ProASN. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi tolok ukur sekaligus sarana evaluasi kapasitas kepemimpinan dan manajerial.

Ia menilai ProASN dapat membantu aparatur mengukur kemampuan dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Program tersebut juga menjadi dorongan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik.

Kepala UPT BKN Palu Assakhiyyu Rahman mengatakan ProASN dirancang untuk menyajikan basis data kompetensi aparatur secara objektif. Pemetaan mencakup potensi, kompetensi manajerial dan Tripatha Karir yang mencakup Talent DNA.

Menurutnya, hasil pemetaan dapat menjadi salah satu acuan dalam pengembangan karier aparatur berdasarkan sistem merit. Data tersebut juga mendukung proses promosi dan penempatan jabatan sesuai prinsip right man on the right place.

Sementara itu, Kepala Lapas Luwuk Muhammad Bahrun memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan pejabat manajerial dalam penilaian kompetensi tersebut. Menurutnya, asesmen diperlukan untuk memastikan jajaran manajerial memiliki kualifikasi, kapasitas dan integritas sesuai standar.

Bahrun berharap hasil pemetaan dapat mendorong peningkatan kinerja jajaran Lapas Luwuk secara menyeluruh. Hal tersebut khususnya dalam peningkatan pelayanan publik dan pelaksanaan pembinaan yang optimal.

Keikutsertaan pejabat manajerial dalam ProASN menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIB Luwuk memperkuat manajemen ASN. Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada kinerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....