Produktif Dari Balik Jeruji, WBP Lapas Ampana Panen Terong Hasil Pertanian
- 24 Agt 2026 22:31 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah kembali menunjukkan hasil nyata pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian.
Bukti dari kemandirian itu terlihat pada Senin 24 Agustus 2026, dimana warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama petugas melaksanakan panen terong di lahan pembinaan Lapas Ampana.
Kegiatan yang didampingi Staf Kasubsi Bimbingan Kerja, Dicky Arisandi bersama Sigi Dwi Yulianto, menjadi bagian dari upaya membekali WBP dengan keterampilan kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengalaman mengelola usaha produktif.
Panen turut melibatkan peserta magang yang ikut terjun langsung bersama WBP. Selain menjadi pengalaman baru, keterlibatan tersebut memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pembinaan kemandirian sekaligus pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif.
Dari kegiatan tersebut berhasil dipanen 17 kilogram terong ungu. Hasil panen selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Ampana, sehingga manfaat program pembinaan dapat dirasakan secara langsung.
Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan bahwa hasil panen menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian mampu memberikan hasil konkret.
“Pembinaan kemandirian tidak hanya bagaimana WBP mengikuti kegiatan, tetapi bagaimana dari kegiatan tersebut mereka mendapatkan keterampilan, pengalaman, dan hasil yang dapat memberikan manfaat. Panen 17 kilogram terong ini menjadi salah satu bukti bahwa lahan pembinaan dapat dikelola secara produktif dan memberikan hasil nyata,” kata Febri.
Menurutnya, Lapas Ampana akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian dan berbagai keterampilan produktif lainnya dari WBP sesuai dengan potensi yang tersedia.
“Yang paling penting adalah prosesnya, WBP belajar bekerja, merawat, bertanggung jawab, dan melihat langsung hasil dari apa yang mereka kerjakan. Nilai-nilai tersebut yang kami harapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” jelas Kalapas.
Panen terong tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterampilan dan kemandirian sebagai bekal WBP kembali ke tengah masyarakat
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....