Pensiunan TNI Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
- 13 Agt 2026 08:39 WIB
- Ampana
Poin Utama
- Seorang pensiunan TNI berinisial SP, berusia 64 tahun, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di rumahnya di Jalan Seruni, Kelurahan Hanga-hanga Permai, Selasa 11 Agustus 2026 pukul 13.00 WITA.
- Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya saat pulang dari mengajar di salah satu sekolah di sekitar wilayah tersebut.
- Penemuan korban mengguncang warga lingkungan sekitar Jalan Seruni yang menjadi saksi atau mengetahui identitas korban dari komunitas lokal.
RRI.CO.ID, Banggai - Warga Jalan Seruni, Kelurahan Hanga-hanga Permai, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri, Selasa 11 Agustus 2026, sekitar pukul 13.00 WITA.
Korban diketahui berinisial SP, 64 tahun, yang merupakan pensiunan TNI. Korban pertama kali ditemukan istrinya saat pulang dari mengajar di salah satu sekolah.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tergantung menggunakan tali pada bagian leher. Melihat kejadian tersebut, sang istri langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar, lurah, dan Bhabinkamtibmas.
Mendapat laporan tersebut, personel Polresta Banggai bersama Polsek Luwuk dan Tim Inafis Satreskrim segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas kemudian mengamankan lokasi, melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Kasi Humas Polresta Banggai, AKP Saiman, mengatakan dari pemeriksaan awal dan keterangan saksi, korban diduga memiliki permasalahan dalam keluarga. Selain itu, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit maag dan jantung.
Hasil pemeriksaan luar oleh petugas Puskesmas Simpong juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Saiman menambahkan, korban diketahui pernah melakukan percobaan bunuh diri sekitar April 2026 dan sempat menjalani perawatan di RSUD Luwuk. Meski demikian, kepolisian memastikan penyelidikan lanjutan tetap dilakukan guna mengungkap secara jelas penyebab dan kronologi kejadian.
“Diketahui korban sempat melakukan percobaan bunuh diri sekitar bulan April, dan menjalani perawatan di RSUD Luwuk,” ucapnya.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Setelah proses penanganan dan pemeriksaan awal selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya. (KL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....