Produk UMKM Lapas Luwuk Laris Manis Diserbu Keluarga Warga Binaan
- 08 Agt 2026 17:24 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Banggai - Produk olahan Pokja Tata Boga Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk mendapat sambutan positif dari keluarga Warga Binaan. Beragam makanan dan minuman tersebut dipasarkan langsung di ruang kunjungan Lapas Luwuk, Sabtu 8 Agustus 2026.
Produk yang ditawarkan antara lain pisang goreng, kolak, lalapan, aneka makanan dan minuman hasil olahan Warga Binaan. Produk tersebut dibuat dengan memperhatikan rasa, kebersihan, penyajian, serta kebutuhan konsumen.
Pemasaran produk di ruang kunjungan tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian agar Warga Binaan memperoleh pengalaman nyata dalam menghasilkan dan memasarkan produk.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Luwuk, Heru Cahyono, mengatakan pemasaran produk secara langsung membantu Warga Binaan memahami kebutuhan konsumen. Menurutnya, pengalaman tersebut penting agar keterampilan yang diperoleh selama pembinaan dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat.
“Kalau hanya belajar memasak di dapur, mereka belum tentu tahu apakah makanan yang dibuat disukai orang atau tidak. Ketika produk dijual dan langsung dibeli serta dicicipi pengunjung, mereka bisa melihat sendiri hasilnya,” ujar Heru.
Ia mengatakan Warga Binaan juga belajar menghitung kebutuhan bahan, menjaga kualitas produk, melayani pembeli, serta menerima masukan dari konsumen. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk keterampilan kerja dan tanggung jawab.
Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam Pokja Tata Boga, K, mengaku kegiatan tersebut membuat dirinya lebih percaya diri. Menurutnya, masukan dari pembeli menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas makanan yang dihasilkan.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Anti, mengaku tertarik mencoba produk tersebut karena penasaran dengan makanan hasil olahan Warga Binaan. Setelah mencicipi, ia menilai rasa dan penyajiannya cukup baik serta berpotensi untuk terus dikembangkan.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan pemasaran produk Tata Boga merupakan bagian dari upaya menjadikan pembinaan kemandirian lebih terukur. Pembinaan, menurutnya, tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi harus memberikan pengalaman nyata kepada Warga Binaan.
“Kami ingin pembinaan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Ukurannya adalah ketika Warga Binaan mampu menghasilkan produk, produk tersebut bisa diterima konsumen dan mereka mendapatkan pengalaman mengelola kegiatan secara langsung,” tegas Bahrun.
Bahrun menambahkan, keterampilan Tata Boga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bekal usaha setelah Warga Binaan menyelesaikan masa pidananya. Karena itu, Lapas Luwuk terus mendorong peningkatan kualitas produk dari sisi rasa, kebersihan, tampilan, konsistensi, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen.
Pemasaran produk Pokja Tata Boga menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Luwuk diarahkan pada pengalaman kerja yang nyata. Dari dapur pembinaan hingga ruang kunjungan, keterampilan Warga Binaan terus dikembangkan agar dapat menjadi bekal produktif saat kembali ke tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....