Lapas Luwuk Resmikan L'Pas Cafe, Dukung Pembinaan Warga Binaan

  • 05 Agt 2026 20:42 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Banggai - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk meresmikan L'Pas Cafe, Selasa 4 Agustus 2026. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui pengembangan usaha produktif dan pemasaran hasil karya.

L'Pas Cafe menjadi wadah promosi berbagai produk hasil pembinaan, terutama aneka makanan dan minuman yang diolah warga binaan melalui program tata boga. Selain itu, kafe tersebut juga difungsikan sebagai galeri produk kerajinan tangan hasil karya warga binaan.

Keberadaan L'Pas Cafe tidak hanya sebagai tempat pemasaran produk. Fasilitas itu juga menjadi sarana pembinaan yang lebih humanis untuk membangun budaya kerja, pelayanan, dan jiwa kewirausahaan bagi warga binaan.

Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Luwuk, Heru Cahyono, mengatakan L'Pas Cafe dirancang sebagai media pembelajaran kewirausahaan. Menurutnya, warga binaan dibekali pengalaman mengelola usaha agar memiliki keterampilan saat kembali ke masyarakat.

"L'Pas Cafe kami bangun bukan sekadar tempat menikmati makanan dan minuman, tetapi sebagai laboratorium pembelajaran kewirausahaan bagi warga binaan. Di sini mereka belajar mengolah produk, memberikan pelayanan kepada pelanggan, mengelola usaha, hingga memasarkan hasil karya mereka. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat sehingga mereka mampu hidup mandiri dan produktif," ujar Heru Cahyono.

Heru menambahkan pembangunan L'Pas Cafe melibatkan warga binaan dalam berbagai tahapan pekerjaan. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keterampilan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun bersama.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, mengapresiasi seluruh jajaran yang telah mewujudkan inovasi tersebut. Ia menilai kehadiran L'Pas Cafe menjadi etalase keberhasilan program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

"Saya mengapresiasi seluruh jajaran yang telah bekerja keras mewujudkan L'Pas Cafe. Ini merupakan inovasi yang sangat baik dalam memperkuat program pembinaan kemandirian. Kehadiran cafe ini tidak hanya menjadi tempat pemasaran produk warga binaan, tetapi juga menjadi etalase keberhasilan pembinaan yang menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kemampuan, kreativitas, dan semangat untuk terus berkarya," kata Muhammad Bahrun.

Ia menegaskan Lapas Luwuk akan terus mengembangkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan warga binaan agar siap kembali berperan aktif di tengah masyarakat.

Melalui kehadiran L'Pas Cafe, Lapas Kelas IIB Luwuk optimistis dapat memperluas pemasaran produk hasil karya warga binaan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pembinaan pemasyarakatan. Inovasi tersebut diharapkan menjadi simbol lahirnya karya, harapan, dan kesempatan baru bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....