Ketimpangan Penguasaan Lahan Jadi Penyebab Konflik Agraria
- 05 Agt 2026 16:37 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Konflik agraria masih sering terjadi disebabkan karena perebutan atas kepemelikan sumber sumber agraria yang berupa tanah atau hutan di satu wilayah.
Salah satu praktisi hukum Tojo Una Una Ilham SH, di temui Rabu 5 Agustus 2026, mengatakan Konflik agraria sering terjadi akibat perebutan klaim dan kepemilikan atas tanah, hutan atau sumber daya alam lainnya yang melibatkan antara masyarakat, korporasi, dan pemerintah.
Konflik ini terjadi di akibatkan ketidakpastian hukum, yang mengakibatkan tumpang tindih izin, serta ketimpangan penguasaan lahan baik oleh corporasi atau perusahaan yang sebelumnya di kuasai masyarakat.
“Yang menyebabkan masih terjadinya konflik agraria ini, karena adanya upaya perebutan kepemilikan sumber agraria seperti tanah atau hutan yang melibatkan warga, dengan corporasi atau perusahaan bahkan antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Ilham
Penyebab dari konflik agraria ini adalah karena penguasaan lahan atau hutan oleh segelintir pihak atau perusahaan besar yang merasa memiliki sepenuhnya atas penguasaan sumber agraria yang ada.
Selain itu penyebab fonlik agraria lainnya terdapat perbedaan klaim kepemilikan yang tumpang tindih antara korporasi atau perusahaan dan masyarakat.
“Beberapa poin penyebab konflik agraria adalah pengakuan segelintir pihak atau perusahaan yang merasa mereka lebih berhak dari pada masyarakat lokal, disamping itu terdapat perbedaan kepemilikan ini yang menjadi pemicu utamanya,” jelasnya.
Menurut Ilham penyelesaian konflik agraria di harus ditempuh melalui jalur non-litigasi (mediasi dan dialog melalui Gugus Tugas Reforma Agraria), jalur litigasi di pengadilan, serta pembentukan tim khusus percepatan penanganan, namun konflik tetap sering terjadi akibat hambatan koordinasi dan ketimpangan struktur penguasaan lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....