WNA Korban Speedboat Tenggelam di Teluk Tomini Diserahkan ke Imigrasi Luwuk
- 28 Jul 2026 15:08 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) bergerak cepat menangani pascainsiden kecelakaan laut yang menimpa rombongan wisatawan mancanegara di perairan Teluk Tomini.
Sebanyak 11 warga negara asing (WNA) yang sebelumnya berhasil diselamatkan kini telah resmi diserahterimakan ke Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Luwuk, pada Selasa 28 Juli 2026.
Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, memimpin langsung proses evakuasi para korban menggunakan kapal penyelamat KN SAR Bhisma milik Basarnas Palu dari Pulau Una-Una menuju Ampana.
Sebelum diberangkatkan ke Luwuk, kesebelas pelancong asing tersebut terlebih dahulu mendapatkan pemeriksaan dan tindakan medis lanjutan di RSUD Ampana.
Pemerintah Daerah Kabupaten Touna menanggung seluruh akomodasi, konsumsi, hingga penyediaan armada transportasi khusus untuk mengantar para korban menuju kantor imigrasi di Luwuk.
Kepala Dinas Pariwisata Touna, Asrin Soga, menjelaskan bahwa langkah pengawalan ketat ini dilakukan atas instruksi langsung dari Bupati Ilham Lawidu demi memastikan seluruh wisatawan mendapatkan pelayanan dan perlindungan yang optimal.
“Sesuai instruksi Pak Bupati, seluruh WNA tersebut dikawal langsung dan diserahkan ke Kantor Imigrasi pada Senin pagi pukul 10.00 WITA,” ujar Asrin Soga.
Dalam proses pendataan lanjutan, terungkap fakta bahwa dari total sebelas wisatawan asing yang mengalami insiden tersebut, enam orang di antaranya harus kehilangan seluruh dokumen perjalanan beserta bagasi pribadi akibat tenggelamnya speedboat.
Proses penyerahan turut dihadiri oleh jajaran Dinas Pariwisata Touna, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Touna, unsur Basarnas, perwakilan Sekretariat Daerah Touna, serta petugas dari Kantor Imigrasi Luwuk.
Hingga saat ini, para WNA tersebut masih berada di Luwuk guna mengurus penerbitan dokumen keimigrasian yang baru dengan didampingi langsung oleh para pejabat Pemda Touna.
Menanggapi insiden yang nyaris merenggut nyawa para pelancong tersebut, Dinas Pariwisata Touna berencana memanggil seluruh pengelola resort dan penyedia jasa pariwisata.
Pihaknya akan segera menggelar rapat evaluasi besar-besaran terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan wisata bahari.
“Tentu dengan kejadian ini, kami di Dinas Pariwisata akan melakukan rapat dengan instansi terkait agar ke depan tidak ada lagi kejadian yang dialami oleh wisman,” ucapnya.
Berkaca dari peristiwa tersebut pihaknya akan menekankan kepada setiap pemilik resort untuk lebih mengutamakan sistem layanan antar-jemput semuanya harus satu pintu sesuai SOP, sehingga semua resort harus lebih mengedepankan keselamatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....