Tujuh WNA Korban Tenggelamnya Speedboat di Teluk Tomini Dievakuasi ke Ampana
- 28 Jul 2026 11:23 WIB
- Ampana
Poin Utama
- Tujuh warga negara asing yang menjadi korban tenggelamnya speedboat di Teluk Tomini berhasil dievakuasi melalui operasi pencarian Tim SAR Gabungan.
- Proses evakuasi dilakukan dari Pulau Una-Una menuju Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada hari Minggu, 26 Juli 2026.
- Para korban dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis sebagai tindak lanjut dari operasi penyelamatan yang berhasil menemukan mereka.
RRI.CO.ID, Ampana - Sebanyak tujuh warga negara asing (WNA) yang menjadi korban insiden tenggelamnya speedboat di perairan Teluk Tomini berhasil dievakuasi. Langkah evakuasi dilakukan dari Pulau Una-Una menuju Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Minggu 26 Juli 2026.
Evakuasi dilakukan untuk memberikan penanganan medis kepada para korban, setelah berhasil ditemukan dalam operasi pencarian Tim SAR Gabungan.
Proses evakuasi dipimpin langsung Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, yang turut memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan lancar. Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una, Sigit Labolong, serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una, Asrin Soga.
Ketujuh wisatawan mancanegara diberangkatkan dari Pulau Una-Una menuju Ampana menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Bhisma milik Basarnas Palu. Setibanya di Ampana, para korban dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan perawatan medis sesuai kondisi masing-masing.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una, Asrin Soga, menyebut proses evakuasi dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para wisatawan yang selamat dari insiden tersebut.
“Tujuh dari sebelas WNA dievakuasi dari Pulau Una-Una ke Ampana untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Asrin.
Insiden ini bermula ketika sebuah speedboat yang mengangkut 11 wisatawan mancanegara, dua anak buah kapal (ABK), serta seorang warga lokal dilaporkan hilang kontak. Hal itu terjadi setelah bertolak dari Pulau Una-Una menuju Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Jumat 24 Juli 2026.
Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera melakukan operasi pencarian dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Upaya pencarian dilakukan secara intensif di wilayah perairan Teluk Tomini hingga akhirnya para korban berhasil ditemukan.
Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una terus berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Selain itu, proses pendataan terhadap seluruh penumpang speedboat juga terus dilakukan sebagai bagian dari penanganan pascakejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam transportasi laut, terutama bagi kapal yang melayani perjalanan antarpulau. Pemerintah daerah berharap seluruh pihak selalu mengutamakan standar keselamatan pelayaran guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut. (KL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....