Cegah Penyebaran DBD, Dinkes Touna Lakukan Fogging di Uemalingku

  • 23 Jul 2026 12:50 WIB
  •  Ampana
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una melakukan fogging di Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo, pada Selasa 21 Juli 2026 pukul 09.00 Wita sebagai antisipasi pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue.
  • Kegiatan pengasapan menyasar kawasan permukiman warga termasuk rumah kos di Jalan Sis Aljufri setelah ditemukannya kasus DBD di wilayah tersebut.
  • Fogging merupakan tindak lanjut konkret untuk menekan potensi penyebaran penyakit dan melindungi kesehatan masyarakat Tojo Una-Una dari ancaman epidemi Demam Berdarah Dengue.

RRI.CO.ID, Ampana - Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat melakukan pengasapan atau fogging di Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo, Selasa 21 Juli 2026. Hal ini sebagai Langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita itu menyasar kawasan permukiman warga, termasuk sejumlah rumah kos di Jalan Sis Aljufri. Pengasapan dilakukan sebagai tindak lanjut atas ditemukannya kasus DBD di wilayah tersebut, sekaligus untuk menekan potensi penyebaran penyakit.

Di lapangan, petugas Dinas Kesehatan melakukan fogging di rumah-rumah warga dan area sekitar yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD.

Selain pengasapan, petugas juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Salah satunya dengan menerapkan 3M Plus, yakni menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, serta melakukan langkah pencegahan lainnya.

Respons cepat pemerintah daerah mendapat apresiasi dari masyarakat Kelurahan Uemalingku. Warga menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat, sekaligus memberikan rasa aman di tengah kekhawatiran akan penyebaran DBD.

Panto, salah seorang warga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una. Termasuk, untuk jajaran Dinas Kesehatan yang dinilai sigap merespons kondisi di lapangan.

"Semoga upaya ini dapat mencegah penyebaran DBD dan masyarakat tetap sehat," ujar Panto.

Masyarakat berharap, upaya pengendalian DBD tidak berhenti pada kegiatan fogging semata. Namun, juga diikuti dengan sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan agar kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, risiko penyebaran DBD di Kabupaten Tojo Una-Una diharapkan dapat ditekan secara optimal. (KL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....