Warga Binaan Lapas Luwuk Panen Sawi, Wujud Ketahanan Pangan Nasional
- 09 Jul 2026 11:03 WIB
- Ampana
Poin Utama
- Lapas Kelas IIB Luwuk berhasil memanen 25 kilogram sayur sawi segar hasil budidaya warga binaan pada 8 Juli 2026 sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional
- Kepala Lapas menegaskan keberhasilan panen ini merupakan hasil ketekunan warga binaan yang mendapatkan pembinaan dan pelatihan
- Program pertanian akan terus dikembangkan dengan berbagai komoditas untuk membangun sistem pertanian berkelanjutan dan membentuk mentalitas kerja positif warga binaan.
- Hasil panen sawi akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga binaan dan sebagian akan dipasarkan
RRI.CO.ID, Luwuk - Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIB Luwuk berhasil memanen 25 kilogram sayur sawi segar hasil budidaya warga binaan pada Rabu 8 Juli 2026. Keberhasilan panen tersebut menjadi wujud nyata dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan, sekaligus membuktikan jeruji besi tidak menghalangi warga binaan untuk tetap produktif dan berkarya.
Hal ini juga menjadi bukti konkret komitmen jajaran Lapas dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah melalui pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan keberhasilan panen ini merupakan hasil dari ketekunan warga binaan. Selama beberapa bulan terakhir, mereka mendapatkan pembinaan dan pelatihan bercocok tanam, mulai dari proses pembibitan, perawatan tanaman, hingga masa panen.
"Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan, dimulai dari lingkungan internal Lapas," ujarnya.
Sementara , Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasibinapigiatja) Lapas Luwuk, Rudi Santoso, menegaskan program pembinaan di bidang pertanian akan terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai jenis komoditas.
"Kami tidak hanya mengejar hasil panen, tapi juga membangun sistem pertanian skala kecil yang berkelanjutan sekaligus membentuk mentalitas kerja yang positif bagi warga binaan," katanya.
Salah seorang warga binaan berinisial NY yang terlibat dalam budidaya sawi, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang sangat bermanfaat sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana.
"Keterampilan ini akan saya manfaatkan untuk memulai kehidupan baru bersama keluarga setelah bebas nanti," ucapnya.
Hasil panen sawi berkualitas tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi warga binaan di lingkungan Lapas. Sebagian hasil panen juga akan dipasarkan kepada petugas maupun masyarakat sekitar dengan harga yang terjangkau.
Dengan ini, Lapas Kelas IIB Luwuk berharap warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Sehingga, nantinya mampu hidup lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. (NK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....