Merasa Haknya Dirampas, Warga Tojo Geruduk dan Segel Kantor BPN Touna
- 30 Jun 2026 07:40 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Situasi memanas di Kantor ATR/BPN Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah. Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Forum Aspirasi Masyarakat Tani Tojo nekat menduduki dan menyegel kantor pertanahan menggunakan rantai besi, Senin 29 Juni 2026.
Aksi ini merupakan bentuk kemarahan warga karena pihak BPN diduga merampas dan menarik kembali sertifikat tanah yang telah sah diterbitkan.
Massa pun menuntut agar ratusan sertifikat tanah milik mereka itu, segera dikembalikan tanpa syarat.
Kepala Desa Tojo, Suaib Alige, yang mendampingi warganya membeberkan kronologi penerbitan sertifikat tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya mengusulkan 270 persil sertifikat tanah melalui program Surat Keterangan Penguasaan Tanah (SKPT).
Dari usulan tersebut, BPN Touna menerbitkan 171 sertifikat. Namun, secara sepihak pihak pertanahan menarik kembali 115 sertifikat, sementara 56 sertifikat sisanya masih berada di tangan masyarakat.
“Tanah warga yang diklaim BPN masuk dalam kawasan hutan itu sebenarnya sudah memiliki izin konsesi sejak tahun 2014. Sementara sertifikatnya terbit pada tahun 2019. Kami meminta pihak pertanahan segera mengembalikan sertifikat tanah warga karena itu hak mutlak mereka,” tegas Suaib.
Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Tojo Una-Una yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Touna, Kompol Junus Joni Ahpah.
Ketegangan sempat memuncak saat aparat kepolisian berupaya menghalangi niat massa yang ingin menyegel kantor pelayanan publik tersebut.
Aksi saling dorong dan adu mulut tak terhindarkan antara warga dan petugas. Kendati demikian, massa yang geram akhirnya berhasil memasang rantai besi dan gembok di gerbang kantor ATR/BPN Touna pada pukul 15.30 WITA.
Menanggapi penyegelan tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Touna, Said Salim, tetap bersikukuh menolak mengembalikan sertifikat warga.
Ia beralasan bahwa lahan yang disertifikatkan masuk ke dalam kawasan hutan lindung.
Terkait lumpuhnya aktivitas layanan masyarakat akibat penyegelan ini, Said menyatakan akan segera melaporkan tindakan warga ke Polres Touna.
“Kami akan melaporkan penyegelan ini ke pihak kepolisian. Untuk kelanjutan operasional layanan kantor, saya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kanwil BPN Sulawesi Tengah,” ungkap Said.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Tojo masih bertahan di lokasi. Warga pun mendirikan tenda dan berencana menginap di halaman Kantor BPN Touna sampai tuntutan mereka di penuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....