Dukung Ketahanan Pangan, Warga Binaan Lapas Luwuk Kembangkan Hortikultura

  • 26 Jun 2026 13:48 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Luwuk - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk berhasil menyulap sejumlah lahan kosong di dalam area lapas menjadi kebun hortikultura yang produktif. Dengan memanfaatkan media tanam polibag, para warga binaan membudidayakan tanaman cabai dan tomat sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Program tersebut tidak hanya bertujuan mengisi waktu luang warga binaan, tapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan agribisnis. Hal ini dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan untuk tetap produktif. Menurutnya, metode tanam menggunakan polibag dipilih karena praktis, efisien, dan mudah diterapkan di lingkungan lapas.

“Dengan media polibag, warga binaan dapat belajar membudidayakan tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat secara intensif,” ujarnya, Kamis 25 Juni 2026.

Seluruh proses budidaya dikelola langsung warga binaan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dasar pertanian dari pihak lapas. Mulai dari penyiapan media tanam, penyemaian benih, pemupukan, hingga perawatan rutin seperti penyiraman dilakukan secara mandiri dan penuh antusias.

Saat ini, ratusan polibag berisi tanaman cabai dan tomat tampak berjejer rapi di beberapa titik area lapas. Kehadiran kebun tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, namun juga menciptakan suasana yang lebih hijau dan asri.

Jika berjalan sesuai rencana, tanaman cabai dan tomat tersebut diperkirakan siap dipanen dalam beberapa bulan ke depan. Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas dan sebagian ditargetkan dapat dipasarkan kepada masyarakat.

Salah seorang warga binaan berinisial N, mengaku bersyukur dapat mengikuti program pembinaan pertanian tersebut. Ia mengatakan, memperoleh pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat untuk masa depannya.

“Awalnya saya tidak tahu cara menanam yang benar, tapi di sini diajarkan cara bercocok tanam menggunakan polibag,” ucapnya.

Melalui program ini, Lapas Luwuk berharap masyarakat dapat melihat sisi positif proses pembinaan warga binaan. Yakni, mendorong mereka menjadi pribadi yang lebih kreatif, mandiri, serta siap berkontribusi secara produktif ketika kembali ke tengah masyarakat. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....