Kemenkum Sulteng Perkuat Strategi Branding UMKM di Banggai

  • 24 Jun 2026 21:19 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Banggai - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah mendorong penguatan branding produk lokal sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Koperasi Merah Putih di Kabupaten Banggai, Rabu 24 Juni 2026.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Branding UMK dan Koperasi Merah Putih yang digelar di Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, dan dihadiri Kepala Divisi Pelayanan Hukum, I Putu Dharmayasa, serta Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Aida Julpha Tangkere.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah serta BRIDA Kabupaten Banggai. Para peserta mendapatkan materi terkait strategi membangun merek, pemasaran digital, serta penguatan identitas produk untuk meningkatkan daya saing di pasar.

Kepala Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, mengatakan bahwa kualitas produk yang baik perlu didukung oleh branding yang kuat agar mampu dikenal lebih luas oleh masyarakat.

“Banyak produk lokal yang memiliki kualitas luar biasa, namun belum memiliki identitas yang kuat. Karena itu, branding menjadi kebutuhan utama agar produk daerah tidak hanya laku di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Rakhmat, branding tidak hanya berkaitan dengan logo atau kemasan produk, tetapi juga menyangkut pembangunan nilai, reputasi, dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pemasaran produk lokal di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif.

“Era digital memberikan peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha. Dengan strategi branding yang tepat dan pemanfaatan teknologi pemasaran digital, produk lokal Sulawesi Tengah dapat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” katanya.

Rakhmat optimistis sinergi antara pemerintah daerah, BRIDA, dunia usaha, dan Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah dapat memperkuat ekosistem usaha yang inovatif dan berorientasi pada perlindungan kekayaan intelektual.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM dan koperasi diharapkan semakin memahami pentingnya membangun identitas produk yang kuat sebagai modal utama dalam menghadapi persaingan pasar dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....