Majelis Pendidikan PD Muhammadiyah Touna Kunjungan ke Lapas Kelas IIB Ampana
- 25 Jun 2026 04:50 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas kembali ditunjukkan melalui upaya memperluas akses pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una dalam rangka persiapan kerjasama program pendidikan bagi warga binaan, pada Rabu 24 Juni 2026.
Kunjungan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Lapas tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia pendidikan guna memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada warga binaan.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, yang didampingi Kasubag Tata Usaha Ilham Adi Susanto, Kasubsi Registrasi Heriyanto, serta Staf Registrasi Luppi Risaldi.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan melalui layanan pendidikan formal.
Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi warga binaan yang selama ini terkendala dalam menyelesaikan pendidikan akibat berbagai faktor kehidupan.
Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Majelis Pendidikan Muhammadiyah terhadap peningkatan kualitas pendidikan warga binaan.
Ia menilai gagasan tersebut sangat selaras dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan kualitas diri warga binaan agar siap kembali berperan positif di masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan kepedulian Majelis Pendidikan Muhammadiyah terhadap peningkatan kualitas pendidikan warga binaan, gagasan ini selaras dengan pembinaan di Lapas yang tidak hanya aspek keamanan, tapi jugakualitas diri warga binaan,” ujar Febriansyah.
Febriansyah menegaskan bahwa pihak Lapas siap melakukan pendataan terhadap warga binaan yang belum memiliki ijazah SMP maupun SMA, serta segera berkoordinasi dengan pihak Muhammadiyah untuk menindaklanjuti program tersebut.
Langkah ini merupakan bentuk nyata pemenuhan hak warga binaan dalam memperoleh akses pendidikan yang layak selama menjalani masa pembinaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....