Lapas Luwuk Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Korban Gempa Sulteng

  • 18 Jun 2026 08:24 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Luwuk - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar doa bersama lintas agama secara serentak, Rabu 17 Juni 2026. Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa bumi yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya.

Kegiatan tersebut diikuti petugas lapas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di tiga rumah ibadah yang berada di lingkungan Lapas Luwuk. Yakni Masjid At-Taubah untuk umat Islam, Gereja El-Roy bagi umat Kristen, serta Pura Maitri Santhi untuk umat Hindu.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyebut kegiatan ini lahir dari rasa solidaritas dan kepedulian mendalam para warga binaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Palu. Meski sedang menjalani masa pembinaan di dalam lapas, ucapnya, hati dan doa mereka tetap menyatu dengan masyarakat di luar.

"Hari ini kita bersama-sama mengetuk pintu langit, memohon keselamatan, kekuatan, dan perlindungan bagi mereka," ujar Bahrun.

Suasana haru menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan dengan lantunan doa, zikir, dan nyanyian pujian terdengar dari berbagai sudut lapas. Beberapa warga binaan bahkan tampak meneteskan air mata saat mengingat keluarga dan kerabat mereka yang berada di wilayah terdampak gempa.

Di Masjid At-Taubah, warga binaan Muslim melaksanakan zikir dan doa keselamatan bersama. Sementara, jemaat Nasrani di Gereja El-Roy menggelar doa syafaat serta menyanyikan lagu-lagu pujian untuk pemulihan Kota Palu dan kekuatan bagi para korban.

Di Pura Maitri Santhi, warga binaan beragama Hindu melaksanakan persembahyangan Kramaning Sembah. Mereka memohon kepada Sang Hyang Widhi Wasa, agar bumi kembali tenang dan masyarakat diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Salah seorang warga binaan berinisial A, mengaku bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Menurutnya, keterbatasan yang mereka alami di dalam lapas tidak mengurangi rasa peduli terhadap sesama.

"Walaupun tidak dapat membantu secara langsung maupun materi, kami berharap doa yang kami panjatkan bersama lintas agama ini dapat menjadi bentuk dukungan moral bagi mereka," ucapnya.

Doa bersama lintas agama ini menjadi bukti nilai persatuan, toleransi, dan kemanusiaan tetap tumbuh kuat di lingkungan Lapas Luwuk. Di tengah keterbatasan, para warga binaan dan petugas lapas menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal sekat maupun batas.

Rangkaian kegiatan ditutup dalam suasana aman, tertib, dan penuh kedamaian, dengan harapan agar masyarakat yang terdampak gempa segera bangkit dan dapat kembali menjalani kehidupan seperti sediakala. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....