Khusyuk dan Penuh Kebersamaan, Lapas Ampana Gelar Idul Adha Bersama Bupati Touna

  • 27 Mei 2026 16:50 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Touna - Suasana penuh khusyuk dan kebersamaan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu 27 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA tersebut dilaksanakan di lapangan depan Masjid Lapas Ampana dan diikuti oleh jajaran petugas serta seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Islam.

Pelaksanaan ibadah Hari Raya Idul Adha berlangsung aman, tertib, dan penuh makna. Lantunan takbir yang menggema di lingkungan Lapas menghadirkan suasana religius yang menyejukkan serta memperkuat nilai keimanan, keikhlasan, dan pengorbanan sebagaimana makna yang terkandung dalam Hari Raya Kurban.

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, turut melaksanakan Shalat Idul Adha bersama seluruh jajaran pegawai dan warga binaan. Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan spiritual yang terus dilakukan di lingkungan pemasyarakatan guna membentuk karakter serta meningkatkan kesadaran diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tojo Una-Una tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap proses pembinaan warga binaan di Lapas Ampana.

Shalat Idul Adha dipimpin oleh Ustad Ilham selaku imam. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh penghayatan dalam suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan.

Usai pelaksanaan shalat, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, bertindak sebagai khotib Idul Adha. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya keikhlasan, pengorbanan, serta semangat memperbaiki diri. Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat iman, dan membangun harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan pengorbanan. Jangan pernah kehilangan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan setiap proses kehidupan sebagai pembelajaran untuk bangkit dan memperbaiki diri,” ujar Ilham Lawidu dalam khutbahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan seseorang di dalam lembaga pemasyarakatan bukan semata-mata bentuk hukuman, melainkan bagian dari proses pembelajaran hidup dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Ketika seseorang masih diberi kesempatan menjalani proses kehidupan, itu tandanya Allah masih memberikan jalan untuk berubah menjadi lebih baik. Jangan putus asa. Perbaiki diri, dekatkan diri kepada Allah, dan siapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bupati Tojo Una-Una dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha bersama petugas dan warga binaan.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi bagian penting dalam pembinaan mental dan spiritual warga binaan agar memiliki nilai-nilai positif, kesadaran diri, serta semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Momentum Idul Adha menjadi sarana memperkuat pembinaan rohani bagi warga binaan. Kami berharap nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang diajarkan dalam Idul Adha dapat menjadi bekal positif selama menjalani proses pembinaan,” ungkap Febriansyah.

Rangkaian pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di Lapas Kelas IIB Ampana berlangsung lancar, aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antar sesama, meningkatkan pembinaan spiritual, serta menghadirkan semangat baru bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....