Kalapas Ampana Tinjau Program Ketahanan Pangan Warga Binaan
- 13 Mei 2026 18:55 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, Febriansyah, meninjau langsung program ketahanan pangan yang dikembangkan di lingkungan lapas sebagai upaya mendukung pembinaan kemandirian dan produktivitas warga binaan, Rabu 13 Mei 2026.
Peninjauan dilakukan bersama jajaran pejabat struktural di area pertanian belakang rumah dinas Kalapas serta lahan pinjam pakai di belakang area lapas. Sejumlah tanaman hortikultura seperti kangkung, sawi, dan kacang panjang tampak tumbuh subur di lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
Kalapas Ampana, Febriansyah, mengatakan program tersebut bukan hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar dan terlibat langsung dalam kegiatan pertanian. Harapannya, ketika mereka kembali ke tengah masyarakat nantinya, mereka telah memiliki bekal keterampilan dan kemampuan untuk memulai kehidupan yang lebih baik, mandiri, serta mampu diterima kembali oleh lingkungan sosialnya,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam pengelolaan lahan pertanian menjadi sarana pembentukan mental kerja dan pengalaman keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
Dalam peninjauan tersebut, Kalapas bersama jajaran turut memantau proses pengolahan lahan, perawatan tanaman hingga perkembangan hasil pertanian yang dijalankan bersama warga binaan. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Ampana merupakan implementasi dari Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya terkait pemanfaatan lahan tidur untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan di lapas maupun rumah tahanan.
Selain mendukung pembinaan, hasil pertanian tersebut juga dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas melalui kerja sama dengan penyedia bahan makanan. Program itu diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi lingkungan lapas.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengapresiasi langkah yang dilakukan Lapas Ampana dalam mengembangkan program ketahanan pangan.
“Program seperti ini harus terus dikembangkan karena memberikan manfaat besar, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun membentuk warga binaan yang lebih mandiri dan produktif,” katanya.
Melalui program tersebut, Lapas Ampana berharap pembinaan berbasis produktivitas dapat terus berkembang sehingga mampu menciptakan warga binaan yang terampil, mandiri, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....