Dukung Program Ketahanan Pangan, Warga Binaan Lapas Luwuk Sukses Panen Sayuran

  • 13 Mei 2026 15:43 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Luwuk - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar panen sayuran hasil program pembinaan kemandirian, Rabu, 13 Mei 2026. Hal ini demi mendukung penuh 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan.

Dalam panen kali ini, puluhan kilogram sayuran konvensional dan hidroponik berhasil diproduksi. Semuanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal dapur Lapas serta dipasarkan kepada masyarakat pengunjung.

Pada kegiatan tersebut, Warga Binaan berhasil memanen sayur sawi sebanyak 35 kilogram, bayam 5 kilogram, dan kangkung 5 kilogram. Selain itu, area pertanian hidroponik juga menghasilkan panen pakcoy sebanyak 5 kilogram.

Sebanyak 23 kilogram sawi dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas melalui vendor penyedia bahan makanan. Sedangan, hasil panen lainnya dipasarkan kepada para pengunjung Lapas.

Program pertanian ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Luwuk. Hal ini guna membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Salah seorang Warga Binaan berinisial A yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengaku senang dan memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti program pembinaan pertanian.

“Dari kegiatan ini kami belajar disiplin, cara bercocok tanam, dan bagaimana bekerja sama. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat nanti,” ucapnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan hanya berorientasi pada pembentukan karakter. Termasuk, pada peningkatan keterampilan dan produktivitas Warga Binaan.

“Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin 8 terkait penguatan ketahanan pangan,” ujar Bahrun.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus mengembangkan program pembinaan pertanian, baik secara konvensional maupun hidroponik. Hal tersebut agar hasil yang diperoleh semakin optimal dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi atas konsistensi Lapas Luwuk dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berdampak positif bagi Warga Binaan. Kegiatan seperti ini, menurutnya, menunjukkan bahwa pembinaan di dalam Lapas dapat berjalan dengan baik.

"Termasuk, memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan,” kata Bagus.

Kegiatan panen berlangsung dengan lancar, tertib, dan aman serta mendapat antusias tinggi dari Warga Binaan yang terlibat dalam program pembinaan pertanian. Melalui kegiatan tersebut, Lapas Luwuk terus berupaya menciptakan pembinaan yang humanis, produktif, dan bermanfaat sebagai bekal reintegrasi sosial bagi Warga Binaan di masa mendatang. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....