Warga Binaan Lapas Luwuk Sulap Limbah Plastik Jadi Bunga Hias Bernilai Ekonomi
- 05 Mei 2026 21:41 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Banggai - Kreativitas tak terhalang ruang dan batas. Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk membuktikan hal tersebut dengan menyulap kantong plastik bekas menjadi kerajinan bunga hias yang estetik dan bernilai ekonomi.
Kegiatan yang berlangsung di bengkel kerja lapas, Selasa 5 April 2026 merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Pemanfaatan limbah plastik dipilih karena mudah diperoleh sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan ketelatenan tinggi, warga binaan memilah plastik berdasarkan warna, membersihkannya, lalu membentuknya menjadi berbagai jenis bunga seperti mawar dan krisan. Hasilnya tampak rapi dan menarik, bahkan sekilas tidak terlihat berasal dari bahan bekas.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Heru Cahyono, mengapresiasi ketekunan para warga binaan dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami terus mendorong warga binaan untuk mengeksplorasi potensi diri mereka. Limbah plastik yang tadinya dibuang, kini menjadi barang seni di tangan mereka. Ini bukan sekadar membuat bunga, tetapi juga melatih kedisiplinan dan fokus,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas produksi agar hasil karya mampu bersaing di pasar lokal.
Sementara itu, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa program pembinaan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
“Ini adalah bukti nyata semangat berkarya. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga pulang dengan keahlian baru yang bermanfaat. Hasil kerajinan ini berpotensi dipasarkan sebagai produk dekorasi rumah,” ungkapnya.
Salah satu warga binaan berinisial SA mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga. Ia menyebut proses pembuatan bunga melatih kesabaran dan keterampilan tangan.
Selain menjadi aktivitas positif, program ini juga diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi tambahan. Ke depan, hasil kerajinan bunga hias akan dipamerkan dalam berbagai kegiatan UMKM maupun dipasarkan melalui galeri hasil karya warga binaan.
Melalui inovasi ini, Lapas Luwuk tidak hanya menghadirkan pembinaan berbasis keterampilan, tetapi juga membuktikan bahwa perubahan dapat tumbuh dari kreativitas sederhana yang dikerjakan dengan tekun dan penuh makna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....