Warga Binaan Lapas Luwuk Sukses Budidaya Sayur Hidroponik

  • 21 Apr 2026 18:05 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Luwuk- Lapas Kelas IIB Luwuk terus memperkuat program ketahanan pangan melalui budidaya sayuran yang melibatkan langsung warga binaan, Selasa 21 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi aktivitas rutin, tetapi juga bagian dari strategi pembinaan yang terarah untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Program tersebut dijalankan dengan pendekatan partisipatif, di mana warga binaan dilibatkan sejak tahap awal hingga panen. Berbagai komoditas yang dibudidayakan meliputi selada hidroponik, pakcoy, kangkung, bayam, hingga kacang panjang. Seluruh proses dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga memberikan pengalaman langsung yang utuh dalam bidang pertanian modern maupun konvensional.

Salah satu warga binaan mengaku kegiatan ini memberikan dampak positif dalam keseharian mereka. Selain mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, program ini juga membuka wawasan baru serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam merawat tanaman hingga menghasilkan panen yang layak konsumsi.

“Kami belajar menanam dan merawat tanaman dengan baik, mulai dari proses awal hingga panen. Ini menjadi bekal yang sangat berarti bagi kami ketika kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.

Plh. Kepala Lapas Luwuk, Irpan Anwar, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan yang aplikatif. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan secara nyata setelah menjalani masa pembinaan.

“Program ini merupakan bentuk pembinaan produktif yang tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan berkelanjutan dan berdampak langsung.

“Kami mendorong seluruh UPT untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi warga binaan serta masyarakat luas,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan program ini, Lapas Luwuk berharap dapat terus menciptakan sistem pembinaan yang lebih humanis, produktif, dan berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk warga binaan yang memiliki keterampilan, kepercayaan diri, serta kesiapan untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....