Indikasi Geografis Digenjot Jadi Penggerak Ekonomi Sulteng
- 15 Apr 2026 21:14 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Palu - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah melalui Bidang Kekayaan Intelektual mengikuti Rapat Program Kerja Indikasi Geografis (IG) Tahun 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Selasa 14 Maret 2026.
Kegiatan berlangsung secara hybrid dari Ruang KI Kanwil Kemenkum Sulteng dan terpusat di DJKI melalui Zoom Meeting. Rapat diawali arahan strategis Direktur Merek dan Indikasi Geografis yang menekankan penguatan program IG melalui sinergi pusat dan daerah.
Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan nilai ekonomi produk IG. Meski jumlah IG Indonesia telah mencapai ratusan dan tertinggi di ASEAN, pemanfaatannya dinilai belum optimal karena masih terkendala rendahnya kesadaran, akses pasar, dan penguatan branding.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa IG harus menjadi instrumen strategis pembangunan ekonomi daerah.
“Indikasi Geografis tidak hanya perlindungan hukum, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi, memperkuat identitas daerah, serta membuka peluang ekspor dan pariwisata berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, dipaparkan sejumlah program strategis tahun 2026, di antaranya pengembangan wisata berbasis IG, program ekspor produk IG, digitalisasi pemasaran, forum bisnis, penguatan pengawasan, hingga promosi internasional melalui katalog nasional.
DJKI berperan sebagai perumus kebijakan nasional, sementara Kantor Wilayah menjadi pelaksana di daerah, mulai dari identifikasi potensi hingga pendampingan pelaku usaha dan MPIG.
Rakhmat menambahkan, pihaknya siap mengoptimalkan pendampingan kepada pelaku usaha dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar program IG berjalan efektif dan berdampak nyata.
“Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan akan terus kami perkuat agar IG benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenkum Sulteng akan mendorong peningkatan kualitas produk, kontinuitas produksi, pengemasan, serta pemenuhan standar ekspor. Pendampingan intensif juga akan dilakukan guna memastikan program berjalan terarah dan terukur.
Melalui langkah ini, produk IG Sulawesi Tengah diharapkan semakin berkembang, memiliki daya saing tinggi, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....