Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Narkotika di Lapas dan Rutan
- 10 Apr 2026 15:06 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Jakarta : Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan). Pernyataan ini disampaikan menyusul sorotan Komisi III DPR RI terkait masih adanya praktik peredaran narkotika di dalam lapas.
Agus menyampaikan bahwa berbagai langkah konkret terus dilakukan, mulai dari penguatan sistem keamanan berbasis teknologi hingga peningkatan razia rutin dan insidentil. Selain itu, sinergi dengan aparat penegak hukum seperti Badan Narkotika Nasional, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Tentara Nasional Indonesia terus diperkuat guna menutup celah peredaran narkotika di dalam lapas dan rutan.
“Kami berkomitmen menindak tanpa pandang bulu. Jika ada petugas yang terbukti terlibat, sanksi tegas hingga proses hukum akan diberlakukan,” tegasnya, Kamis 9 April 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa ribuan warga binaan kategori bandar dan berisiko tinggi telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan sebagai bagian dari strategi pemutusan jaringan narkotika di dalam lapas. Hingga saat ini, jumlahnya telah mencapai 2.284 orang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang diambil Kementerian Imipas. Ia menegaskan bahwa jajaran Lapas Luwuk siap menjalankan kebijakan tersebut secara konsisten di tingkat satuan kerja.
“Kami siap mendukung penuh kebijakan Bapak Menteri dalam memberantas peredaran narkotika. Penguatan pengawasan, razia rutin, serta sinergi dengan aparat penegak hukum terus kami laksanakan sebagai langkah nyata di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selain penguatan pengawasan, pembinaan warga binaan juga menjadi fokus penting dalam mencegah peredaran narkotika. Pendekatan yang seimbang antara penindakan dan pembinaan dinilai lebih efektif dalam jangka panjang.
“Kami juga terus mendorong program pembinaan dan rehabilitasi agar warga binaan tidak kembali terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Ini bagian dari upaya menciptakan lingkungan lapas yang bersih, aman, dan berintegritas,” tambahnya.
Muhammad Bahrun menegaskan bahwa seluruh jajaran Lapas Luwuk berkomitmen menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, serta tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran.
“Kami berkomitmen menciptakan Lapas yang benar-benar bebas dari narkotika. Integritas petugas menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.
Upaya tegas pemerintah yang diiringi komitmen di tingkat lapas diharapkan mampu mempersempit ruang gerak peredaran narkotika, sekaligus mewujudkan sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pembinaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....