Lapas Luwuk Tekan Risiko Penyakit Menular di Blok Hunian

  • 08 Apr 2026 20:19 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Luwuk - Upaya pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar penyuluhan kesehatan bagi warga binaan, dengan fokus pada bahaya penggunaan jarum suntik tidak steril, praktik tato rakitan, serta penggunaan bahan kimia berbahaya pada produk ilegal, Selasa 7 April 2026

Kegiatan yang dilaksanakan di area blok hunian ini diikuti puluhan warga binaan dengan antusias. Penyuluhan difokuskan pada tiga risiko utama yang kerap terjadi di lingkungan tertutup, yakni penggunaan jarum suntik secara bergantian, tato dengan alat tidak standar, serta penggunaan cat rambut tanpa izin edar.

Petugas medis Lapas Luwuk menjelaskan bahwa penggunaan jarum suntik tidak steril maupun alat tato rakitan menjadi salah satu jalur utama penularan penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS, Hepatitis B, dan Hepatitis C.

“Penggunaan jarum tidak steril, meskipun hanya sekali, berisiko menimbulkan dampak jangka panjang. Begitu pula tato rakitan yang sangat rentan menyebabkan infeksi hingga masuknya virus ke dalam aliran darah,” ujar petugas medis Lapas Luwuk.

Selain itu, penggunaan cat rambut ilegal juga menjadi perhatian. Kandungan bahan kimia berbahaya dalam produk tersebut dapat memicu reaksi alergi, iritasi kulit, bahkan keracunan jika digunakan dalam jangka panjang.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan lingkungan Lapas tetap sehat dan aman dari potensi penularan penyakit.

“Kami tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga memastikan warga binaan tetap sehat. Edukasi ini penting agar mereka memahami risiko dan mampu menjaga diri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Andi Abdul Muis, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehat di dalam Lapas.

Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang kondusif sehingga warga binaan dapat mengikuti program pembinaan dengan optimal.

Ia juga mengimbau warga binaan untuk melaporkan jika menemukan praktik yang berpotensi membahayakan kesehatan, seperti penggunaan alat tato ilegal atau barang terlarang lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran warga binaan semakin meningkat dalam menjaga kesehatan diri, sehingga tercipta lingkungan Lapas yang bersih, sehat, dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....