Lapas Luwuk Gandeng Disnakertrans Banggai Kembangkan Program Bioflok
- 25 Feb 2026 12:54 WIB
- Ampana
RRI. CO. ID, Banggai - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian Warga Binaan. Pada Selasa 24 Februari 2026 jajaran Lapas Luwuk melaksanakan koordinasi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banggai guna membahas kelanjutan proposal budidaya ikan air tawar sistem bioflok serta pengembangan pelatihan berbasis kompetensi.
Kunjungan tersebut disambut Kepala Disnakertrans Kabupaten Banggai, Ernaini Mustatim. Pertemuan berlangsung dalam suasana kolaboratif dengan fokus pada perencanaan pelatihan intensif pembuatan bioflok agar Warga Binaan memiliki keterampilan teknis yang memadai dalam pengelolaan budidaya secara mandiri.
Dalam pembahasan, Disnakertrans memberikan sejumlah masukan strategis, di antaranya perlunya penyusunan rincian anggaran yang realistis dan terperinci sebagai dasar pelaksanaan program. Selain itu, pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) direkomendasikan agar kegiatan memiliki output terukur serta memungkinkan peserta memperoleh sertifikasi kompetensi yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa program bioflok merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pembinaan produktif dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang memberikan bekal keterampilan aplikatif bagi Warga Binaan. Program bioflok diharapkan menjadi unggulan pembinaan kemandirian sekaligus membuka peluang usaha setelah mereka bebas,” ujarnya.
Kepala Disnakertrans Banggai, Ernaini Mustatim, menyampaikan dukungan terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai program budidaya ikan sistem bioflok merupakan langkah konkret dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif, serta mendorong agar pelatihan dilaksanakan berbasis kompetensi agar hasilnya terukur dan bernilai tambah.
Dalam kesempatan itu, Disnakertrans juga memfasilitasi komunikasi awal dengan Dinas Perikanan Kabupaten Banggai guna mendukung penyediaan mentor teknis yang kompeten di bidang budidaya ikan air tawar. Mengingat pada tahun 2026 Disnakertrans telah menjadwalkan tiga pelatihan lainnya, koordinasi lintas dinas dinilai penting agar program bioflok tetap dapat berjalan optimal.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengapresiasi langkah proaktif Lapas Luwuk dalam membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Sinergi ini sangat penting untuk mewujudkan pembinaan yang berdampak nyata. Program berbasis kompetensi dan pemberdayaan ekonomi sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang humanis dan produktif,” ungkapnya.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari implementasi nilai “PRIMA” (Profesional, Responsif, Inovatif, Modern, dan Akuntabel) dalam pelaksanaan tugas pembinaan.
Melalui kolaborasi yang terbangun, Lapas Luwuk optimistis program budidaya ikan sistem bioflok dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan dalam mendukung proses reintegrasi sosial yang lebih mandiri dan bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....