ADD Terpangkas, Pemdes Saluaba Perkuat Ketahanan Pangan

  • 11 Feb 2026 15:39 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Touna - Penurunan drastis anggaran dana desa, tidak menyulutkan semangan pemerintah desa Saluaba untuk memperkuat ketahanan pangan.

Situasi penurunan drastis anggaran desa (Dana Desa/ADD) pada tahun 2025-2026, yang mencapai hingga 65 hingga 70 persen di beberapa wilayah, memang menciptakan kepasrahan dan keterbatasan bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dalam melakukan pembangunan, baik yang bersifatpemberdayaan maupun infrastruktur. 

Pemangkasan ini memaksa banyak desa menghapus program prioritas, seperti yang dituturkan Kepala Desa Saluaba Kecamatan Ampana Kota, Hafid Aba menunda perbaikan infrastruktur, dan memangkas kegiatan pemberdayaan lainnya. 

Namun demikian Ia mengaku dari 8 program prioritas pemerintah, tidak harus diwujudkan, mengingat  anggaran yang dimiliki desa Saluaba pasca pemberlakuan pemotongan tinggal 260 juta Rupiah.

“Dengan anggaran desa yang tinggal sedikit ini, kami mendorong ketahanan pangan karena sektor ini menyentu langsung kepada masyarakat,” kata Hafid Aba, Rabu 12 Februari 2026.

Pemerintah desa Saluaba menyikapi pengurangan anggaran dana desa dengan melaksanakan rapat APBDes lebih awal untuk membahas sisa anggaran desa setelah melalui kebijakan pemotongan oleh pemerintah. 

Lebih lanjut ungkap Kades Saluaba Hafid Aba, sebagaimana arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) menetapkan fokus penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2026, mengalokasikan minimal 20 persen untuk program ketahanan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....