Bulog akan bangun gudang di Tojo Una-Una

  • 10 Feb 2026 17:57 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Touna - Kabupaten Tojo Una-Una menjadi salah satu dari 100 titik di Indonesia yang disetujui Presiden Republik Indonesia untuk pembangunan gudang Bulog. Rencana pembangunan tersebut saat ini masih berada pada tahap awal, yakni proses hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una kepada Bulog.

Pimpinan Cabang Bulog Poso Moh.Chaidir Fitri awan menyampaikan bahwa setelah proses hibah tanah rampung, progres pembangunan gudang akan segera dilaporkan ke pemerintah pusat. Pembangunan pun diupayakan dapat dilakukan secepat mungkin sesuai dengan ketentuan program nasional.

“Untuk rencana pembangunan gedung gudang Bulog ini, saat ini masih sementara berproses hibah tanah dari pemerintah kabupaten. Setelah itu kami akan melaporkan progresnya ke pusat dan diupayakan pembangunan bisa segera dilakukan,” ujar Moh Chaidir, Selasa 10 Februari 2026.

Ia menjelaskan, secara nasional terdapat 100 titik pembangunan gudang Bulog yang disetujui Presiden pada tahun ini, dan Kabupaten Tojo Una-Una termasuk di dalamnya. Pemerintah daerah pun disebut sangat mendukung program tersebut dengan rencana penghibahan lahan untuk pembangunan gudang.

Keberadaan gudang Bulog di Tojo Una-Una nantinya diharapkan dapat menjadi penyangga pangan daerah, terutama dalam menyerap hasil produksi petani saat panen melimpah. Dengan begitu, stabilitas harga di tingkat produsen maupun konsumen dapat terjaga.

“Ketika produksi melimpah, Bulog hadir sebagai penyangga pangan untuk menyerap hasil petani. Jadi Bulog berada di tengah, menjaga stabilitas harga baik di sisi produsen maupun konsumen,” jelasnya.

Selain menjaga stabilitas harga, pembangunan gudang Bulog di Tojo Una-Una juga bertujuan memutus rantai distribusi yang selama ini cukup panjang. Selama ini, pasokan pangan untuk Tojo Una-Una masih bergantung pada gudang Bulog di Kabupaten Poso, yang memerlukan waktu dan biaya distribusi cukup besar.

“Dengan adanya gudang Bulog di sini, rantai pasok bisa kita pangkas. Selama ini suplai dari Poso membutuhkan waktu dan biaya distribusi yang tidak sedikit,” tambahnya.

Untuk tahap awal, komoditas yang diprioritaskan diserap Bulog di Tojo Una-Una adalah beras dan jagung. Namun ke depan, Bulog akan melihat potensi komoditas mana yang paling dominan untuk dikembangkan.

Terkait waktu pelaksanaan, program pembangunan gudang Bulog secara nasional direncanakan mulai tahun 2026. Namun realisasinya sangat bergantung pada selesainya proses administrasi hibah lahan dari pemerintah daerah.

“Secara program memang tahun 2026, tapi ketika proses penyerahan tanah dari Pemda selesai, insyaallah pembangunan akan segera dilakukan,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....