Pembinaan Tata Boga Lapas Luwuk Produksi Takjil Ramadan
- 09 Mar 2026 21:55 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Lapas Kelas IIB Luwuk mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan keterampilan tata boga yang mulai dilaksanakan selama bulan Ramadan 2026.
Dalam program tersebut, warga binaan dilatih memproduksi berbagai kue tradisional yang menjadi menu takjil Ramadan. Beberapa di antaranya seperti Binyolos, Kanjoli, Panada, Lopis, Doko-doko, Katiri, Apolo, hingga Lapis.
Produk hasil pelatihan tersebut dipasarkan di lingkungan lapas maupun kepada masyarakat di luar lapas. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam proses produksi sekaligus pemasaran hasil karya mereka.
Salah satu warga binaan perempuan berinisial S mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan keterampilan baru yang bermanfaat.
“Saya sangat bersyukur bisa belajar membuat berbagai kue tradisional. Selain mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, kami juga merasa dihargai karena hasil karya kami bisa dijual dan dinikmati banyak orang,” ujarnya.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Luwuk, Rudi Santoso, menjelaskan bahwa pembinaan tata boga merupakan bagian dari komitmen lembaga pemasyarakatan dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di masyarakat. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memproduksi takjil yang memiliki pasar yang jelas,” kata Rudi.
Ia menambahkan bahwa program tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai pelayanan di lingkungan pemasyarakatan yang menekankan profesionalitas, integritas, serta pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi terhadap inovasi pembinaan yang dilakukan Lapas Luwuk.
“Kegiatan tata boga yang menghasilkan produk takjil tradisional ini tidak hanya melatih keterampilan warga binaan, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, serta kemandirian,” ujarnya.
Program pembinaan tersebut berlangsung tertib dan mendapat antusiasme dari warga binaan. Melalui kegiatan ini, Lapas Luwuk berupaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri.