Bupati Touna Hadiri Rakor Bioethanol, Ajukan Proposal Alsintan
- 21 Sep 2026 08:49 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Jakarta - Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu menghadiri rapat koordinasi Program Khusus Pemerintah untuk Bioethanol di Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Rakor tersebut membahas pengembangan bioethanol dengan bahan baku tebu, jagung, dan ubi kayu.
Dari Sulawesi Tengah, Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Sigi menjadi dua daerah yang mengikuti rapat koordinasi tersebut. Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu hadir didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tojo Una-Una.
Pertemuan yang dipimpin Menteri Pertanian tersebut juga membahas potensi lahan untuk pengembangan tebu, jagung, dan ubi kayu di masing-masing daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ilham Lawidu juga langsung mengajukan proposal terkait program pengembangan bioethanol untuk Kabupaten Tojo Una-Una.
Ilham mengatakan, proposal tersebut diajukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menangkap peluang program pemerintah pusat.
“Kita langsung mengajukan proposal untuk Touna. Kita melihat program ini cukup baik dan sesuai dengan potensi yang kita punya. Karena itu, kita ingin Touna bisa masuk dalam program ini dan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan proposal yang kita ajukan bisa diterima dan mendapat persetujuan,” kata Ilham.
Menurutnya, apabila program tersebut mendapat dukungan, pemerintah daerah akan menyiapkan data dan kebutuhan lainnya sesuai arahan pemerintah pusat.
“Kita berharap proposal ini bisa di-acc dan programnya dapat berjalan di Touna. Kalau nanti disetujui, tentu kita akan menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan program, termasuk data lahan dan komoditas yang tersedia. Yang paling penting, kita ingin program ini nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan petani di Touna,” ujarnya.
Ilham menambahkan, pengembangan bioethanol juga diharapkan dapat membuka peluang baru bagi sektor pertanian di daerah.
“Kita berharap ini bukan hanya menjadi program di atas kertas. Kalau memang bisa berjalan, petani kita harus mendapatkan manfaat. Lahan yang ada bisa dikembangkan, hasil pertanian bisa memiliki nilai tambah, dan masyarakat juga bisa mendapatkan peluang ekonomi baru,” katanya.
Rakor tersebut menjadi bagian dari pembahasan Program Khusus Pemerintah untuk Bioethanol berbahan baku tebu, jagung, dan ubi kayu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....