Kabag Ekonomi Setda Touna : Efisiensi Anggaran Pengaruhi Kuota LPG Bersubsidi

  • 15 Jun 2026 21:15 WIB
  •  Ampana

RRI.CO,ID, Touna - Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Bagian Ekonomi Setda secara rutin mengusulkan penambahan kuota LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Upaya tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Tojo Una-Una, Abdul Rahman Labanu, pada Rapat Dengar Pendapat bersama komisi III DPRD Touna Senin 15 Juni 2026 mengatakan usulan penambahan kuota LPG 3 kilogram biasanya diajukan pada bulan Agustus atau November setiap tahunnya.

"Penambahan kuota itu memang berdasarkan permintaan daerah. Setiap tahun, sekitar bulan Agustus atau November, kami mengajukan usulan penambahan kuota," ujarnya.

Menurut Abdul Rahman, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menyampaikan surat kepada pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM, dengan tembusan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Selanjutnya, pemerintah provinsi juga memperkuat usulan tersebut melalui surat yang ditandatangani oleh gubernur.

"Pemkab menyurat ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM, dan pemerintah provinsi juga menyampaikan surat dukungan yang ditandatangani oleh gubernur," jelasnya.

Ia menuturkan, pengajuan penambahan kuota LPG bersubsidi bukan hal baru karena telah dilakukan secara rutin setiap tahun. Namun, untuk alokasi tahun 2026, pemerintah daerah menerima informasi bahwa kebijakan efisiensi anggaran membuat tidak ada jaminan adanya penambahan kuota.

"Untuk tahun 2026, bahasanya adalah efisiensi anggaran sehingga kuota ini tidak diberikan jaminan untuk ada penambahan. Jadi kami tetap mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat," katanya.

Berdasarkan hasil komunikasi yang dilakukan pemerintah daerah, diketahui bahwa pengurangan kuota LPG bersubsidi tidak hanya terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, tetapi juga dialami oleh hampir seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah.

"Kami sudah melakukan komunikasi dan ternyata memang ada pengurangan di berbagai daerah. Bukan hanya Kabupaten Tojo Una-Una, hampir semua kabupaten dan kota mengalami hal yang sama," ungkap Abdul Rahman.

Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berharap alokasi LPG 3 kilogram ke depan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat, sehingga distribusi gas bersubsidi tetap berjalan optimal dan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....