Bupati Ilham Lawidu Jadi Khatib Salat Iduladha di Lembaga Pemasyarakatan Ampana

  • 27 Mei 2026 09:54 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Touna - Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana berlangsung penuh khidmat, Rabu 27 Mei 2026.

Bupati Ilham Lawidu hadir sekaligus menjadi khatib dalam pelaksanaan Salat Iduladha bersama warga binaan petugas lapas dan tamu undangan lainnya.

Usai pelaksanaan salat Id, Bupati Ilham Lawidu menyampaikan khutbah yang menekankan makna kurban sebagai bentuk keikhlasan, kepatuhan kepada Allah SWT, serta kepedulian terhadap sesama manusia.

Dalam khutbahnya, Ilham Lawidu mengajak jamaah untuk memahami bahwa Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana manusia belajar mengorbankan ego, amarah, dan sifat-sifat buruk dalam diri.

“Kurban ini sebenarnya mengajarkan kita supaya menjadi manusia yang lebih ikhlas. Kadang dalam hidup, yang paling sulit itu bukan memberi harta, tapi mengalahkan ego dan keinginan diri sendiri. Nabi Ibrahim memberi contoh bagaimana taat kepada perintah Allah dengan penuh keikhlasan. Dari situ kita belajar bahwa hidup ini harus dijalani dengan kesabaran, rasa syukur, dan kepedulian kepada orang lain,” ujar Ilham Lawidu.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan menyentuh kepada warga binaan. Menurutnya, keberadaan seseorang di dalam lapas bukan berarti akhir dari kehidupan, melainkan bagian dari proses untuk memperbaiki diri.

“Kalau hari ini kita berada di tempat ini, jangan langsung berpikir Allah membenci kita. Bisa jadi justru karena Allah masih sayang, masih memberi kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk merenung dan kembali memperbaiki hidupnya. Jadi jangan putus asa. Jadikan tempat ini sebagai tempat belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Iduladha mengajarkan pentingnya kepedulian dan kebersamaan dalam kehidupan sosial.

“Iduladha juga mengajarkan bahwa hidup ini bukan hanya tentang diri sendiri. Ada banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan kasih sayang. Kadang bantuan paling besar bukan soal materi, tapi bagaimana kita bisa hadir, saling menguatkan, dan tidak saling menjatuhkan. Saya berharap momentum hari raya ini membuat kita semua lebih tenang dalam menjalani hidup, lebih sabar menghadapi ujian, dan lebih semangat memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” lanjutnya.

Pelaksanaan Salat Iduladha di lingkungan lapas berlangsung dengan tertib dan penuh suasana religius. Takbir yang menggema dari balik tembok lapas menjadi pengingat bahwa di setiap perjalanan hidup, selalu ada ruang untuk kembali memperbaiki hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....