Touna Catat Penurunan Kemiskinan Signifikan
- 27 Mar 2026 17:04 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Isu kemiskinan masih menjadi tantangan utama di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tojo Una-Una yang hingga kini tercatat memiliki persentase kemiskinan tertinggi di Sulawesi Tengah. Namun di balik angka tersebut, tersimpan tren perbaikan yang tidak bisa diabaikan pelan tapi pasti, arah kebijakan mulai menunjukkan hasil.
Data terbaru tahun 2025 memperlihatkan adanya kemajuan signifikan, baik dari sisi persentase, jumlah penduduk miskin, hingga kualitas kondisi ekonomi masyarakat. Capaian ini menjadi sinyal bahwa upaya penanganan kemiskinan tidak berjalan di tempat, melainkan bergerak ke jalur yang lebih efektif.
Kepala Bapperida Tojo Una-Una, Moh Arsyad, menegaskan bahwa terdapat tiga indikator utama yang menjadi bukti nyata keberhasilan tersebut.
“Pertama, dari sisi persentase, penurunan kemiskinan di Tojo Una-Una merupakan yang terbaik di Sulawesi Tengah. Angkanya turun dari 16,36 persen pada tahun 2024 menjadi 14,67 persen pada tahun 2025, atau berkurang sebesar 1,69 persen poin. Ini bahkan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata penurunan di tingkat provinsi,” ungkapnya, Kamis 26 Maret 2026.
Ia menambahkan, capaian tersebut menempatkan Tojo Una-Una sejajar dengan daerah lain yang juga menunjukkan performa baik, seperti Kabupaten Sigi dan Morowali Utara.
Lebih lanjut, dari sisi jumlah penduduk miskin, Moh Arsyad menjelaskan bahwa terjadi penurunan signifikan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Untuk pertama kalinya, kita mampu menurunkan jumlah penduduk miskin lebih dari 2.500 jiwa dalam satu tahun. Ini melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya yang bahkan belum pernah menembus angka 1.000 jiwa,” jelasnya.
Penurunan tersebut juga menempatkan Tojo Una-Una pada posisi kelima terbaik di Sulawesi Tengah dalam hal pengurangan jumlah penduduk miskin, setelah Kabupaten Sigi, Poso, Parigi Moutong, dan Kota Palu.
Namun demikian, yang paling penting, lanjutnya, adalah adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin itu sendiri.
“Indeks Kedalaman Kemiskinan kita turun dari 2,04 menjadi 1,69, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan juga menurun dari 0,40 menjadi 0,28. Artinya, beban pengeluaran masyarakat miskin semakin mendekati garis kemiskinan dan kesenjangan di antara mereka juga semakin kecil,” terangnya.
Moh Arsyad menegaskan, capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa intervensi pemerintah mulai tepat sasaran. Ia juga optimistis, dengan tren yang ada, upaya pengentasan kemiskinan di Tojo Una-Una ke depan akan semakin efektif dan lebih mudah dicapai.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari kerja yang lebih terarah. Kita tidak menutup mata bahwa angka kita masih tertinggi, tapi arah kita sudah benar. Tinggal konsistensi dan penguatan program ke depan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....