Bupati Touna Ajak Masyarakat Dukung Investor, THR PPPK Tergantung Keuangan Daerah

  • 14 Mar 2026 17:32 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Touna - Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu mengajak masyarakat dan insan pers ikut menjaga iklim investasi di daerah agar peluang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tidak terlewatkan. Ajakan itu disampaikan saat silaturahmi bersama wartawan di Ampana, Kamis 12 Maret 2026 Siang.

Menurut bupati, Kabupaten Tojo Una-Una memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun jika pemerintah daerah dan masyarakat tidak berani membuka ruang bagi investor, maka daerah bisa tertinggal dan hanya menjadi penonton di negeri yang kaya.

“Kalau kita tidak berani mengambil sikap memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada investor untuk masuk di Kabupaten Tojo Una-Una, kita akan ketinggalan. Kita bisa saja menderita di negeri yang sebenarnya kaya,” ujarnya.

Ia mengaku merasa sedih ketika menerima surat dari investor yang menghentikan penelitian di wilayah Tojo Una-Una. Padahal menurutnya, potensi sumber daya alam di daerah ini cukup besar dan perlu dikelola secara serius.

Bupati juga menyinggung cerita yang berkembang sejak dulu dari para orang tua mengenai potensi minyak di wilayah Tojo Una-Una. Ia menyebut, jika informasi tersebut benar dan memiliki dasar yang kuat, maka hal itu dapat menjadi dasar bagi daerah untuk memperjuangkan haknya.

“Kalau itu benar dan bisa dibuktikan secara ilmiah, tentu bisa menjadi dasar untuk memperjuangkan hak daerah. Tetapi itu perlu penelitian yang jelas,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga membahas terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bupati menjelaskan bahwa kemampuan keuangan daerah masih menjadi kendala.

“Saya juga ingin menyampaikan kepada teman-teman PPPK. Apakah mereka mendapat THR atau tidak, itu juga menjadi pertanyaan. Gaji mereka saja yang saya anggarkan baru sembilan bulan. Kalau dipaksakan lagi membayar THR, sementara kondisi kas daerah tidak cukup, tentu akan menjadi masalah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah harus berhitung secara realistis agar tidak memaksakan pengeluaran yang melebihi kemampuan keuangan daerah.

“Kalau saya memaksakan membayar, sementara kas daerah tidak cukup, itu juga tidak mungkin. Untuk saat ini yang bisa dipastikan pembayarannya adalah bagi pegawai negeri sipil,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap semua pihak, termasuk insan pers, dapat berperan menjaga situasi yang kondusif agar investor tetap percaya menanamkan modal di Kabupaten Tojo Una-Una.

“Mari kita sama-sama menjaga dan menyelamatkan investor di daerah ini, karena kehadiran mereka juga untuk mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....