Kadinkes Touna Berharap Regulasi Menerima untuk Dokter Anak Daerah
- 18 Mei 2026 16:19 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), dokter. Niko, akhirnya angkat bicara menanggapi isu hangat mengenai adanya dokter lulusan asli daerah yang belum bisa terakomodasi bekerja di fasilitas kesehatan lokal.
Jajaran Dinas Kesehatan memastikan pemerintah daerah tidak pernah menolak para dokter tersebut, melainkan terbentur oleh persoalan klasik yaitu keterbatasan anggaran.
Merespons polemik ini, dokter. Niko meminta seluruh pihak untuk tetap berbesar hati. Ia menegaskan bahwa Pemkab Touna melalui Dinas Kesehatan terus memikirkan jalan keluar terbaik agar para tenaga medis lokal bisa mengabdi di tanah kelahiran mereka.
Ditemui Senin 18 Mei 2026, Niko meluruskan persepsi keliru yang beredar di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa dirinya memiliki keinginan besar untuk merangkul seluruh dokter yang melamar pekerjaan, terutama mereka yang merupakan putra-putri asli daerah Tojo Una-Una.
“Keinginan saya justru ingin menerima semua dokter yang melamar untuk bekerja, apalagi mereka adalah anak daerah. Jadi, tolong luruskan, bukannya mereka tidak kita terima,” tegas dr. Niko.
Ia membeberkan bukti bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, Dinas Kesehatan Touna telah merekrut beberapa tenaga dokter. Bahkan, pemerintah daerah berhasil mendistribusikan para dokter tersebut hingga ke wilayah kepulauan terpencil demi memeratakan layanan kesehatan.
Namun, dr. Niko tidak menampik bahwa kebijakan efisiensi anggaran saat ini menjadi batu sandungan yang cukup krusial di tingkat daerah. Beban fiskal daerah yang tinggi membuat beberapa usulan program kerja belum bisa terakomodasi secara maksimal pada tahun anggaran berjalan.
Lebih lanjut, ia memaparkan rincian pengeluaran daerah untuk satu tenaga medis. Kebutuhan operasional dan standar kesejahteraan bagi seorang dokter menuntut alokasi dana daerah yang cukup besar setiap bulannya.
“Setiap tahun kami rutin membuat program pengusulan, termasuk menghitung kebutuhan riil tenaga dokter di lapangan. Namun, permasalahannya adalah anggaran daerah kita sangat terbatas. Perlu kita ketahui, gaji untuk satu orang dokter itu berkisar antara Rp 7 juta bahkan sampai Rp 10 juta per bulan,” urai Kadiskes Touna tersebut.
Meski menghadapi tantangan finansial yang berat, Niko berjanji tidak akan menyerah. Pihaknya berkomitmen untuk terus memperjuangkan formulasi anggaran pada tahun-tahun mendatang agar keuangan daerah mampu menyerap seluruh potensi dokter anak daerah. Dengan demikian, mereka bisa segera kembali pulang dan memajukan sektor pelayanan kesehatan di Kabupaten Tojo Una-Una
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....