Kurban Syi’ar Agama dan Pemersatu Umat
- 04 Mei 2026 12:11 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Tidak hanya menjadi wadah untuk syi’ar agama, berkurban juga sebagai bentuk pemersatu umat.
Ibadah kurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha 1447 H memiliki kedudukan mulia sebagai syiar agama dan sumber pemersatu umat.
Berkurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, melainkan juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian sosial yang mempererat tali persaudaraan antar sesama umat beragama.
Tokoh agam Tojo Una Una (Touna) Syahri Ramadan mengatakan daging kurban tidak hanya terikat atau di fokuskan pada kaum fakir miskin seperti yang tercantum dalam ketentuan penerima kurban.
Tetangga kerabat terdekat pun juga di perbolehkan menerimanya. Bahkan menurut Da’i kondang Tojo Una Una ini, daging kurban juga diperbolehkan untuk dibagi kepada mereka yang non muslim, sebagai bentuk kesetaraan, bersamaan ukhuwah perasaudaraan antar sesama umat beragama.
“Dengan berkurban menunjukkan syiar agama sekaligus sumber pemersatu interen maupun antar umat beragama, jadi daging kurban ini tidak hanya sebatas untuk sesama kita muslim, non muslim pun bisa kita berikan,” ujar Syahri, Senin 5 Mei 2026.
Makna kurban dalam kehidupan sosial dewasa ini tidak hanya terbatas pada ritual keagamaan (ibadah mahdhah), tetapi telah berevolusi menjadi simbol kepedulian sosial, solidaritas, dan pemerataan ekonomi umat yang kuat.
Lebih lanjut tutur Syahri kurban juga menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antarwarga. Daging kurban yang didistribusikan memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, terutama fakir miskin, dapat merasakan kebahagiaan dan mengonsumsi protein hewani, sehingga mengurangi kesenjangan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....