Fenomena Pekerja Anak di Touna Masih Banyak di Temukan
- 01 Mei 2026 16:11 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna -Penguatan ekonomi dan penegakkan hukum, membantu meminimalisir praktik pekerja anak di Tojo Una Una.
Fenomena pekerja anak masih menjadi potret buram yang menghantui masa depan generasi muda di Tojo Una Una. Meski regulasi Nasional telah mengatur perlindungan anak dari eksploitasi kerja, namun nyatanya praktik ini masih ditemukan di berbagai sektor informal.
Salwa Zalsabillah, Koordinator Program Inklusi Pencegahan Perkawinan Anak Kabupaten Tojo Una Una, menyebutkan pekerja anak bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi merupakan warisan sosial budaya yang telah berlangsung lama.
Ia menambahkan, pekerja anak seringkali beririsan langsung dengan kasus perkawinan usia dini. Anak-anak yang tidak lagi melanjutkan sekolah dan terlibat dalam pekerjaan kasar lebih rentan untuk dinikahkan dini karena dianggap sudah dewasa.
“Dilapangan kita masih banyak menemukan praktek mempekerjakan anak dibawah umur dan ini bukan cuma bicara soal sulitnya ekonomi, tapi juga telah menjadi warisan sosial budaya di masyarakat Touna,” ujar Salwa, Jum’at 1 Mei 2026.
Menurut data lokal yang dihimpun melalui program inklusi, masih banyak anak di wilayah pesisir dan pedalaman Tojo Una-Una yang terlibat dalam pekerjaan domestik, pertanian, hingga membantu usaha orang tua secara penuh waktu.
Hal ini berdampak pada rendahnya angka partisipasi sekolah lanjutan dan tingginya risiko pekerja anak mengalami kekerasan atau eksploitasi.
Salwa mengajak Semua komponen mulai dari pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan hingga masyarakat, melihat isu pekerja anak, sebagai masalah bersama yang perlu diselesaikan melalui edukasi, penguatan ekonomi keluarga, serta penegakan hukum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....