Kadikbud Touna Dorong Pelestarian Bahasa Daerah Taa Bare’e lewat Muatan Lokal
- 08 Sep 2026 12:50 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Bahasa daerah Tojo Una una seperti bahasa Taa dan Bare’e kini menghadapi ancaman kepunahan akibat semakin berkurangnya pengguna aktif dari kalangan masyarakatnya sendiri, terutama di kalangan generasi muda.
Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tojo Una una, Aspan P. Taurenta, Selasa 8 September 2026, mengajak seluruh masyarakat kususnya penduduk lokal untuk terus menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari agar tetap terjaga.
Kadisbud juga mendorong agar bahasa daerah dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan disemua jenjang pendidikan karena dengan cara ini anak usia dini hingga remaja akan mengenal bahasa dari para leluhurnya.
Dengan adanya pembelajaran bahasa daerah di sekolah, anak-anak akan lebih terbiasa menggunakan dan memahami bahasa tersebut, sehingga keberlangsungan dari bahasa asli Tojo Una Una dapat terus terjaga.
“Yang menjadi perhatian kami adalah keberadaan kita punya bahasa daerah, sekarang ini anak anak kita atau remaja kita sudah tidak tau lagi bahasa dari para leluhur mereka seperti bahasa Taa atau Bare’e, kalo dibiarkan begini terus suatu saat bahasa lokal di Touna ini akan punah,” ujar Aspan.
Menurut Kadikbud Touna Aspan Taurenta ancaman kepunahan bahasa daerah Tojo Una Una tidak boleh dianggap remeh baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat local. Karena dengan terbukanya akses dari berbagai daerah lain ke Touna akan sangat mudah masuknya kebudayaan lain yang bisa mempengaruhi kebudayaan atau adat istiadat di daerah ini termasuk bahasa daerah setempat.
Berkurangnya penutur aktif serta pengaruh globalisasi menyebabkan generasi muda tidak lagi mau berbahasa daerah Taa atau Bare’e, padahal penggunaan bahasa daerah bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol kewibawaan dan identitas suatu daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....