Lagu Daerah Memegang Peran Penting Sebagai Strategi Melestarikaan Bahasa Lokal
- 02 Jun 2026 13:45 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna – Masuknya budaya asing yang lebih masif dan mudah diakses oleh generasi muda lewat sosial media menjadi ancaman nyata terhadap kelangsungan seni kebudayaan di setiap daerah, termasuk seni budaya Tojo Una Una.
Fenomena terkikisnya seni budaya dan bahasa daerah lokal ini, merupakan tantangan nyata di era modern.
Kondisi ini umumnya terjadi akibat arus globalisasi, urbanisasi, dan dominasi bahasa nasional dan internasional yang membuat generasi muda lebih akrab dengan budaya luar daripada warisan dari tanah leluhur mereka sendiri.
Pencipta lagu lagu daerah Tojo Una Una Amat A. Ero, ketika menjadi narasumber dalam program Sulteng Menyapa, di Studio Produksi RRI Ampana, Selasa 2 Juni 2026 mengaku, menciptakan karya dalam bahasa ibu sebagai langkah nyata untuk melestarikan dan mencegah kepunahan bahasa daerah.
Langkah ini sangat efektif karena lagu menanamkan kosakata, pelafalan, dan nilai budaya kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan, kreatif, serta mudah diingat.
“Jujur saya prihatin dengan kondisi generasi mudah kita saat ini, lebih mencintai seni budaya dari luar ketimbang kebudayaan leluluhur mereka, makanya saya dan beberapa rekan saya, terus berkarya menciptakan syair lagu dalam bahasa lokal kususnya Taa, untuk mengimbangi kecanduan remaja Tojo Una-Una terhadap seni budaya dari luar daerah,” ujar Amat.
Mengemas bahasa daerah ke dalam genre musik modern seperti pop, membuat bahasa lokal tetap relevan untuk diminati oleh pendengar lintas generasi.
Amat berharap melalui lirik lagu yang berima dan alunan musik, anak-anak dan remaja lebih mudah menghafal serta memahami kosakata bahasa daerah kususnya bahasa Ta dan bahasa Bare’e yang sudah jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari dikalangan masyarakat umum kususnya remaja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....